Kemenag Ingin Kembangkan Perpustakaan dan Museum Peradaban Islam Indonesia

(Foto: Ist)
Tim Akademik Panitia Pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (Foto: Ist)

Jakarta-SuaraNusantara

Tim Akademik Panitia Pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) berkunjung ke Library of Congress di Washington DC, dan Perpustakaan Drexel University di Philadelphia. Kegiatan di dua tempat terpisah di negeri Paman Sam tersebut berlangsung pada 25 dan 28 Februari 2018 lalu, sebagai bagian dari Program “Strengthening Moderate Voices in Higher Education”, International Visitor Leadership Program (IVLP), Kementerian Luar Negeri Amerika.

Library of Congres menjadi contoh dalam pengelolaan berbagai material lintas batas, apapun subyek, bentuk, asal negara, bahasa dan aksara materialnya, termasuk manuskrip-manuskrip dalam bahasa Melayu, Batak, Bugis dan lainnya dari Indonesia,” ujar Staf Ahli Menteri Agama Bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi, Oman Fathurahman, melalui pesan singkat, Selasa (13/03/2018).

Menurut Oman, penjajakan kerjasama ini dilakukan untuk penguatan manajemen perpustakaan kampus perguruan tinggi Islam yang berada di bawah koordinasi Kementerian Agama (Kemenag). Seperti diketahui, Kemenag bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti)  berencana membangun kampus UIII di atas lahan seluas 127 hektar di kawasan Depok, Jawa Barat.

Dalam jangka panjang, kata Oman, kerjasama dengan Library of Congress ini akan diarahkan untuk pengembangan Perpustakaan dan Museum Peradaban Islam Indonesia di Kampus UIII. Tetapi dalam jangka pendek, Kemenag ingin memanfaatkan kerjasama ini untuk penguatan perpustakaan-perpustakaan kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Oman yang juga menjadi anggota Tim Akademik UIII Bidang Perpustakaan dan Museum Peradaban Islam mengaku telah melakukan pembicaraan awal dengan Dr. Hong Ta-Moore yang bertanggung jawab di Southeast Asian Collection. Dia menegaskan komitmennya untuk melakukan kerjasama pengembangan Database of Southeast Asian Islamic Manuscripts.

“Kerjasama ini juga dalam rangka pematangan konsep naskah akademik Pusat Kajian Manuskrip Keagamaan Nusantara yang digagas oleh Pak Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin,” ujar Oman. (eka)