Suaranusantara.com- Tidak diragukan lagi, konsumsi makanan yang tidak sehat dapat memicu berbagai penyakit. Namun, kurang diketahui bahwa pola makan yang buruk juga dapat berdampak pada episode suasana hati pada penderita gangguan bipolar.
Pilihan makanan tertentu dapat membantu mengatasi episode manik/mania, sementara individu dengan gangguan bipolar memiliki risiko tinggi terhadap kondisi kronis seperti kelebihan berat badan atau obesitas.
Oleh karena itu, memilih makanan sehat sangat penting bagi mereka. Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh orang dengan gangguan bipolar:
Kafein
Minuman mengandung kafein seperti teh dan kopi dapat menjadi pemicu episode mania karena sifat stimulannya. Kafein juga dapat mengganggu pola tidur, yang dapat memperburuk gangguan suasana hati pada penderita bipolar.
Makanan Tinggi Lemak
Menghindari makanan tinggi lemak, seperti daging merah dan gorengan, penting karena dapat menghambat penyerapan obat untuk gangguan bipolar. Pola makan tinggi lemak juga dikaitkan dengan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Alkohol
Alkohol dapat memengaruhi perubahan suasana hati pada orang dengan gangguan bipolar, dan interaksi dengan obat-obatan seperti litium dapat berdampak negatif. Studi menunjukkan bahwa penggunaan alkohol atau zat lain dapat meningkatkan risiko kematian dini pada penderita gangguan bipolar.
Jeruk Limau Gedang
Konsumsi jeruk limau gedang dapat mengganggu metabolisme obat tertentu dan menyebabkan peningkatan kadar dalam darah. Penderita bipolar disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jeruk limau gedang atau jusnya.
Penderita gangguan bipolar yang menggunakan litium perlu memantau asupan garam dengan hati-hati. Perubahan tiba-tiba dalam konsumsi natrium dapat memengaruhi kadar litium, dan orang yang mengonsumsi litium harus menghindari diet rendah natrium serta dehidrasi untuk mencegah toksisitas litium.(


















Discussion about this post