35 Jembatan Akan Dibangun untuk Lengkapi Jalan Trans Papua

Presiden Jokowi mengendarai motor trail tinjau Jalan Trans Papua (Foto: Istimewa)

Jakarta-SuaraNusantara

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI)  telah membangun jalan Trans Papua sepanjang 3.800 kilometer (km) dari rencana 4.300 km, dimana 38 km di antaranya sudah teraspal  dan bisa dilewati kendaraan roda 4 dengan lancar. Dan untuk melengkapi pembangunan jalan Trans Papua itu, akan dibangun 35 jembatan dari Wamena menuju ke Agas.

“Memang ini pekerjaan yang sangat besar sekali, di lapangan memang kita lihat betapa sangat sulitnya medan yang dihadapi baik oleh TNI, kemudian kontraktornya juga. Bayangkan aspalnya untuk memulai itu, bisa membayangkan baru membawa alat-alat beratnya belum aspalnya,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada wartawan saat bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau jalan Trans Papua, di Distrik Habema, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (10/5/2017) siang.

Jalan Trans Papua menghubungkan Kabupaten Jayawijaya dengan Kabupaten Nduga dan Kabupaten Asmat sejauh 284 km, dan yang sudah diaspal 38 km. Perjalanan dari Wamena menuju tempat acara yang berjarak 42 km, dilalui Jokowi dengan menggunakan kendaraan roda 4 sepanjang 36 km. Sisanya Jokowi mengendarai sendiri motor trail menyusuri jalan Trans Papua sepanjang kurang lebih 6 km yang belum diaspal.

Presiden menjelaskan, dirinya berjalan di ruas Wamena menuju Agas sepanjang 287 km. Diakuinya memang yang teraspal baru 38 km, tapi ini akan terus dikerjakan. Karena itu, bersama Panglima TNI, Jokowi mengaku melihat kesulitannya seperti apa, kemudian setelah terbuka baru masuk untuk aspal, mengikuti apa yang telah dikerjakan oleh TNI.

“Saya kira kalau duet seperti ini (Kementerian PUPR dan TNI) ini terus dilakukan akan mempercepat, karena kalau kita lihat medan seperti ini di ketinggian 3.200-an di atas permukaan laut sangat tinggi sekali medannya sangat sulit sekali, sehingga yang bisa masuk awal awal hanya TNI kemudian Kemen PUPR menyusul,” jelas Jokowi seraya menambahkan, semua nanti akan dikerjakan seperti itu sehingga ada percepatan pembangunan Trans di Papua ini.

Menurut Jokowi, prioritasnya adalah membuka lahan oleh TNI terlebih dahulu untuk membentuk badan-badan jalan. Sesudah kelihatan, maka aspal masuk yang belum diaspal ini. Ia menyebutkan, masyarakat di seluruh tanah air perlu mengetahui betapa sangat sulitnya membangun jalan di Papua. “Bukan sulit, sangat sulit sekali. Tanahnya bergunung-gunung yang sangat tinggi,” ujarnya.

Penulis: Rio

 

Exit mobile version