
Gunungsitoli – SuaraNusantara
Dalam dua tahun terakhir ini, Kota Gunungsitoli mengalami banyak kemajuan. Pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat, laju inflasi dan angka kemiskinan menurun. Sejumlah target pembangunan infrastruktur telah berhasil dicapai.
Hal ini disampaikan Walikota Gunungsitoli Lakhömizaro Zebua, saat ekspos hasil capai pembangunan Kota Gunungsitoli tahun 2017, Rabu (7/2/2018), di Hotel Kaliki Gunungsitoli.
“Pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 6,03%, dari sebelumnya 5,79%. Angka kemiskinan turun, dari 23,43% menjadi 21,66%. Demikian pula dengan laju inflasi, yang pada tahun 2016 lalu sebesar 7,39%, kini tinggal 3,91%,” ungkap Lakhömizaro.
Untuk nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) per kapita Kota Gunungsitoli pada tahun 2016 naik menjadi Rp29,33 juta, dari sebelumnya sebesar Rp26,43 juta pada tahun 2015.
Lanjut Lakhömizaro, sebanyak lima lapangan usaha di Gunungsitoli mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan selama masa pemerintahannya.
Untuk sektor pengadaan listrik dan gas bertumbuh sebesar 7,47%, konstruksi sebesar 6,83%, perdagangan sebesar 6,68%, transportasi dan pergudangan sebesar 6,63%, dan penyediaan akomodasi dan makanan/minuman sebesar 5,64%.
Beberapa pembangunan infrastruktur yang berhasil dicapai, antara lain sejumlah jembatan di daerah terpencil/terisolasi, jaringan irigasi, gedung kantor pemerintahan, gedung pusat penjualan aneka olahan pangan khas dan souvenir, Pasar Rakyat di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi dan Kecamatan Gunungsitoli Utara, Tugu Peringatan Gempa, paviliun Kota Gunungsitoli di PRSU Medan.
Kemudian, pemeliharaan jalan dalam kota sepanjang lima kilometer, penataan Taman Ya’ahowu Kota Gunungsitoli, penataan kawasan kampung nelayan di sekujur pesisir Kota Gunungsitoli, pengadaan tanah untuk kawasan perkantoran, serta pengoperasian Balai Pengujian Kendaraan Bermotor dan pengembangan dua terminal yang pada masa walikota sebelumnya sempat tidak difungsikan.
Penulis: Dohu Lase

















