Kota Tangerang – Meski perhelatan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Tangerang ke VI sudah ditutup pada Senin (19/11/2018) lalu. Sebanyak 35 medali belum juga diberikan kepada atlet dan official yang berhasil meraih medali.
Ichwan Mawardi, Official Catur Kecamatan Tangerang mengatakan, ia telah mempertanyakan masalah medali yang hingga kini belum diberikan kepada panitia. Pihaknya hanya menerima satu mendali saja pada saat pemberian hadiah, padahal medali yang harusnya didapat oleh dirinya sebanyak enam medali.
“Aneh, sekelas Porkot masa medali masih dalam pembuatan di Bandung. Padahal Porkot sudah selesai, tetapi kenapa masih ada medali yang masih dibuat? ini menjadi pertanyaan kami. Harusnya medali tersebut sudah ada pada saat porkot digelar,” ujarnya.
Tidak hanya itu, perhelatan Porkot yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang juga terkesan tidak matang. Ichwan merasa kecewa terhadap panitia Porkot, lantaran pada saat pelaksanaan pertandingan Cabor catur, venue (tempat) untuk pertandingan ada perubahan, yang mana harusnya digelar di Gedung Cisadane ternyata dipindahkan ke GOR Koang.
“Kita menerima jadwal pertandingan ada di gedung Cisadane, tetapi saat pelaksanaan kita dipindahkan ke GOR Koang dari situ jelas panitia tidak siap. Bahkan pada saat digedung koang fasilitas disana sangat minim, seperti kipas angin saja tidak ada. Menurut saya itu tidak layak dan sangat menggangu konstrasi atlet catur,” tandasnya.
Untuk diketahui, Pekan Olahraga Kota (Porkot) Tangerang telah dilaksanakan pada Rabu (14/11/2018) hingga Senin (19/11/2018) lalu. Gelaran olahraga terbesar di Kota Tangerang tersebut diikuti berbagai atlet dan official dari 13 Kecamatan di Kota Tangerang. (aul/nji)

















