Hakim Vonis Ketua RT Pelaku Persekusi Lima Tahun Penjara

Kota Tangerang – Komarudin yang merupakan ketua RT yang merupakan pelaku utama persekusi di Kampung Kadu, Rt 07/03, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa terhadap pasangan sejoli R dan M divonis lima tahun penjara, Kamis (12/04/2018). Vonis tersebut dibacakan oleh Hakim Ketua Muhammad Irfan.

“Menyatakan terdakwa Komarudin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan melakukan tindak pidana dengan memenuhi seluruh unsur yang didakwakan Penuntut Umum,” ujar Irfan.

Dalam pembacaan putusan tersebut, Hakim memutuskan hukuman yang lebih ringan dibandingkan dakwaan JPU yakni tujuh tahun penjara. Dalam pembacaan vonis tersebut, Hakim menyebut, hal yang memberatkan Komarudin.

“Terdakwa sebagai RT seharusnya menjadi penengah dan panutan namun dalam hal ini, terdakwa malah melakukan perbuatan yang menyebabkan orang lain sakit dan malu, sedangkan hal yang meringankan, terdakwa masih memiliki anak yang masih kecil,” ujarnya.

Usai dibacakan vonis oleh Hakim, Komarudin menyatakan akan pikir-pikir terlebih dahulu atas putusan tersebut.

“Pikir-pikir yang mulia,” ujar Komarudin.

Sementara Ketua RW, Gunawan Saputra divonis satu tahun enam bulan penjara lantaran dinilai terbukti melakukan kekerasan terhadap korban R hingga menyebabkan R mengalami luka.

Selain itu, keempat terdakwa lainnya yakni Suhendang, Iis Suparlan, Anwar Cahyadi, dan Nuryadi masing-masing divonis tiga tahun penjara.

“Keempat terdakwa telah terbukti sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan kekerasan dimuka umum hingga menyebabkan orang luka dan malu dan memutuskan masing-masing terdakwa dijatuhi hukuman dengan pidana penjara 3 tahun,” ujarnya.

Dalam putusan tersebut, seluruh vonis lebih rendah dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum dimana Komarudin dituntut enam tahun penjara, Gunawan Saputra dua tahun penjara, dan empat terdakwa lainnya empat tahun penjara.

“Kalau Pak RT masih pikir-pikir karena belum pas, disitu kan ada Undang-undang pornografi, harusnya semua ditahan, kalau Gunawan menerima, dan empat lainnya pikir-pikir,” tandas Soni, Jaksa Penuntut Umum. (Akim/Nji)