Komisi VII Sesalkan Bocornya Proyek Gas Bawah Laut di Serang

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Fadel Muhammad menyesalkan terjadinya kebocoran pipa gas yang terjadi di perairan Bojonegara, Serang, Provinsi Banten.

Menurut Fadel Muhammad, bocornya pipa gas tidak terlepas dari kinerja kontraktor pihak ke 3 yang melakukan pengerjaan yaitu PT CNOOC.

“Kontraktor harus bertanggung jawab terhadap peristiwa ini, kita harus tahu bagaimana bahan yang digunakan dan apakah sudah sesuai dengan standarisasi serta standar operasional prosedur dalam pengerjaanya” Kata Fadel saat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (11/07/2018).

Politisi senior Golkar itu mengatakan bahwa akibat peristiwa itu pasokan listrik terganggu.
Dikarenakan pipa gas itu memberikan suplai gas pltgu cilegon sehingga mengakibatkan salah satu turbin mati.

Fadel menjelaskan bahwa pipa gas tersebut merupakan salah penyuplai listrik ke pembangkit listrik tenaga uap suralaya kota Cilegon, Banten.

“Jadi pernyataan Dirut PLN yang menyatakan tidak berdampak itu bohong, tidak mungkinlah tidak ada dampaknya akibat kebocoran pipa gas di Bojonegara tersebut” ucapnya.

Mantan Gubernur Gorontalo itu menegaskan bahwa pasokan listrik untuk Jawa – Bali akan terganggu.

Kemudian jalur transportasi laut disekitar kejadian juga akan mengalami kendala serta akan berdampak pada lingkungan sekitar pastinya.

“Dampak kebocoran gas sangat berdampak pada habitat laut pastinya , sehingga dapat berdampak pada kesejahteraan nelayan sekitar nantinya. Saya berharap pt cnooc untuk segera menghentikan kebocoran pipa gas bawah laut, agar tidak semakin mencemari lingkungan” tutupnya. (rokhim/nji)