Maju Cagub Jatim, Presiden Jokowi Belum  Terima Surat Khofifah

Presiden Jokowi menjawab wartawan usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1) siang. (Foto: Istimewa)

Jakarta-SuaraNusantara

Menanggapi adanya salah seorang menteri Kabinet Kerja, yaitu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang memutuskan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim),

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, dirinya akan mengambil sikap setelah ada surat di meja kerjanya.

“Suratnya nanti sampai ke meja saya nanti saya putuskan ya,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1) siang.

Saat ditanya apakah sudah ada keputusan menyangkut Menteri Sosial, menurut Presiden, (suratnya) belum sampai ke meja dirinya.

Jangan Saling Cela

Terkait pelaksanaan Pilkada serentak di 171 daerah itu sendiri, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa demokrasi di Indonesia ini harus mencerminkan karakter-karakter ke-Indonesiaan, yaitu karakter yang penuh kesantunan, karakter yang tidak saling menjelekkan, karakter yang tidak saling mencela.

“Karakter-karakter itu yang perlu terus kita tumbuhkan,” ujar Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengimbau agar antar kandidat dalam Pilkada jangan sampai saling mencela, jangan saling menjelekkan, apalagi memakai black campaign.

“Kampanye hitam, itu harus betul-betul kita hilangkan dari proses-proses demokrasi kita,” tegas Kepala Negara.

Menurut Kepala Negara, antar kandidat sebaiknya saling adu prestasi, adu rekam jejak, adu track record, adu ide, adu gagasan, adu program, adu rencana-rencana.

“Sekali lagi demokrasi kita harus mencerminkan karekter kita, karakter bangsa Indonesia yang ramah, sopan dan santun, penuh kesantunan, itu,” tuturnya.

Sumber: Setkab