Waspada, Kenali Gejala Pneumonia yang Bikin Gitaris Motorhead Almarhum

Eddie Clarke (Foto: Facebook/ FastEddieClarkeOfficial)

Jakarta-SuaraNusantara

Gitaris Motorhead, Eddie Clarke (67 tahun), meninggal dunia pada Rabu, 10 Januari 2018 kemarin. Sang gitaris tutup usia karena penyakit pneumonia atau paru-paru basah. Penyakit itu memang sejak beberapa waktu lalu mulai mengganggu aktivitasnya.

Kabar meninggalnya salah satu gitaris terbaik dunia itu diumumkan langsung oleh Motorhead lewat halaman Facebook-nya.

“Mendengar berita sedih ini dengan cepat Eddie Clarke telah meninggal,” ungkap Phil Campbell, salah seorang rekannya, Jumat, 12 Januari 2018.

Phil Campbell yang juga pernah menjadi gitaris Motorhead sejak 1984 sampai 2015 memuji permainan gitar pendahulunya itu. “Permainan gitarnya pada reff musik menginspirasi banyak orang dan akan tetap dikenang di hati kita. RIP ‘Fast’ Eddie Calrke,” katanya.

Fastway, band bentukan Clarke, juga menyampaikan duka cita mereka. Melalui media sosial mereka mengungkapkan patah hati yang mendalam karena harus menyampaikan kehilangan seorang legenda. “Kami memikirkan keluarga dan teman-temannya. Dia akan sangat dirindukan.”

Tak ketinggalan, gitaris dan basis Guns N’ Roses menuliskan duka mereka. Demikian pula personel Metallica seperti Lars Ulrich dan Kirk Hammett.

Pneumonia memang penyakit yang sangat mematikan, bagi orang dewasa dan terutama pada anak-anak balita dan orang berusia di atas 65 tahun. Meski begitu, belum banyak orang memahami bahaya penyakit ini.

Dikutip dari hellosehat.com, pneumonia adalah penyakit infeksi yang menyerang paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Kondisi kesehatan ini sering kali disebut dengan paru-paru basah, sebab paru bisa saja dipenuhi dengan air atau cairan lendir.

Kondisi paru-paru basah ini dapat dialami oleh siapa pun. Namun pneumonia pada anak bisa sangat berbahaya dan menyebabkan kematian. Bahkan, badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan jika penyakit pneumonia adalah penyebab 16% kematian balita di dunia pada tahun 2015. Sementara di Indonesia, penyakit pneumonia pada anak menyebabkan 2-3 balita meninggal setiap jamnya.

Pneumonia bisa disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus. Jadi, penyakit pneumonia sangat mudah ditularkan melalui udara. Biasanya, penularannya terjadi ketika seseorang yang terkena kondisi ini bersin atau batuk.

Bila Anda menderita paru-paru basah, maka berikut gejala dan tanda yang umumnya terjadi yaitu:

  • Batuk terus-terusan, dengan disertai dahak
  • Demam
  • Berkeringat
  • Menggigil
  • Susah bernapas
  • Dada sakit
  • Nafsu makan menurun
  • Detak jantung terasa cepat

Sementara, gejala yang cukup jarang terjadi tetapi bisa tetap muncul seperti:

  • Kepala sakit
  • Lemas dan lelah
  • Mual dan muntah
  • Nyeri sendi dan otot
  • Batuk disertai dengan darah

Beberapa gejala tersebut umum dan sering terjadi pada orang yang mengalami penyakit pneumonia dan akan berlangsung sekitar 24-48 jam. Namun, hal ini tergantung juga dengan kondisi masing-masing individu. Bahkan penyakit pneumonia pada anak juga dapat menimbulkan gejala yang berbeda. Berikut adalah gejala yang akan muncul saat penyakit pneumonia pada anak terjadi:

  • Anak di bawah usia 5 tahun, bisa mengalami nafas yang cepat dan tidak teratur.
  • Bayi akan menunjukkan gejala muntah-muntah, lemas, tidak berenergi, dan sulit makan serta minum

Jika anda menderita salah satu atau lebih dari gejala di atas, jangan tunda lagi untuk pergi ke dokter. Memang gejala yang disebutkan tadi bersifat umum, dengan demikian ketika anda batuk disertai demam, bukan berarti anda langsung divonis pneumonia. Batuk disertai gejala pilek pun kerap menimbukan demam.

Namun mengingat bahayanya penyakit ini, tak ada ruginya bila anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Penulis: Askur