Suaranusantara.com- Banjir yang menerjang pulau Sumatera-Aceh meninggalkan duka mendalam bagi seluruh rakyat di negeri ini. Banyak sanak saudara, kerabat menjadi korban dari luka-luka, tewas dan hilang.
Selain itu, banjir bandang itu menjadi sorotan terlebih kayu gelondongan ikut terseret terbawa arus air berwarna coklat itu.
Hal ini memunculkan bahwa salah satu penyebab banjir adalah penebangan hutan atau illegal logging yang dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab.
Banjir tak hanya merenggut nyawa manusia, melainkan binatang dilindungi seperti Gajah Sumatera. Jasad gajah Sumatera ditemukan di Aceh dalam kondisi terhimpit kayu gelondongan.
Akibat banjir Sumatera-Aceh, nama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan ikut disorot.
Zulhas sapaan Zulkilfi Hasan ikut disorot publik lantaran video lawasnya bersama aktor Amerika Harrison Ford mencuat.
Dalam video itu, Harrison Ford mempertanyakan soal Taman Nasional Tesso Nilo di Riau yang mengalami kerusakan parah akibat pembukaan lahan.
Zulhas dituding memiliki andil atas terhadap bencana alam yang terjadi akibat kebijakan perizinan yang ia keluarkan kala masih menjabat Menteri Kehutanan (Menhut) pada 2009-2014.
Di media sosial ramai video Zulkifli Hasan yang ditegur aktor Hollywood sekaligus aktivis lingkungan Harrison Ford.
Video yang merupakan bagian dari dokumenter Years of Living Dangerously dibuat pada September 2013 kala Zulkifli masih menjabat sebagai Menteri Kehutanan di era Kabinet Indonesia Bersatu II.
Dari cuplikan berdurasi sekitar 4 menit 5 detik itu, Ford meninjau Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, yang saat itu mengalami kerusakan parah akibat pembukaan lahan dan kebakaran.
Ia menunjukkan kekhawatirannya atas maraknya aktivitas ilegal yang menurunkan kualitas lingkungan.
“Saya sudah tidak sabar ingin bertemu Menteri Kehutanan,” ucap Ford dengan ekspresi kesal.
Ford kemudian bertemu Zulkifli di kantor Kementerian Kehutanan di Jakarta.
Ia menyoroti bahwa dalam 15 tahun terakhir, sekitar 80 persen hutan Indonesia telah dieksploitasi dan menyisakan hanya sekitar 18 persen kawasan hutan nasional yang masih terjaga.
Ketegangan memuncak ketika Zulkifli merespons salah satu penjelasan sembari tertawa kecil.
Ford lantas menegur dengan nada tajam, “Ini tidak lucu. Hanya 18 persen yang tersisa, kami melihat ada jalan baru, jalan ilegal, penebangan pohon tergeletak di tanah bahkan terbakar di tempat mereka jatuh. Itu menghancurkan, itu memilukan melihatnya, dan Anda melihatnya,” tegas Ford.
“Anda berjanji akan menangani itu, resolusi apa yang telah Anda lakukan?” tanyanya tajam.
Zulkifli hanya mengaku terkejut dengan kondisi hutan yang ia lihat, sementara Ford menegaskan bahwa aktivitas pembalakan liar seharusnya dapat dihentikan sejak lama.
“Mereka tidak tiba-tiba datang dari langit. Ada banyak waktu untuk menghentikan pelaku. Stop the activity,” kata Ford.


















Discussion about this post