Suaranusantara.com- Kesediaan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi mediator damai Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel mendapat respon dari berbagai pihak.
Sejumlah pihak mendukung langkah Prabowo yang bersedia menjadi mediator damai bagi tiga negara yang tengah berkonflik itu. Salah satunya Wakil Ketua (Waka) Komisi I DPR RI, Sukamta.
Sukamta mengapresiasi langkah Prabowo yang bersedia menjadi mediator damai tiga negara tersebut. Sebab, mendukung upaya tersebut sebagai bagian dari amanat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia.
“Sebagai orang yang bisa berkomunikasi dengan Trump dan Iran, saya kira patut kita dukung upaya Presiden tersebut. Ini juga bagian dari realisasi amanat konstitusi menjaga perdamaian dunia secara aktif,” kata Sukamta kepada wartawan, Selasa 3 Maret 2025.
Sukamta mengakui bahwa situasi panas saat ini akan sulit bagi Indonesia. Namun, ia percaya langkah yang diambil Prabowo adalah upaya yang positif dan konstruktif.
“Walaupun kita tahu situasi memang sangat sulit, tetapi semua upaya positif dan konstruktif patut ditempuh”, katanya.
Legislator PKS ini mengecam agresi militer yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran. Ia meyebut perang ini mengancam stabilitas kawasan.
“Kami mengecam dan menolak agresi militer yang dilancarkan oleh Israel, dengan dukungan dan partisipasi Amerika, terhadap wilayah Iran. Perang harus dihentikan, karena Kami menilai ini sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan,” ucapnya.
Menurut Sukamta, serangan ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum international dan Piagam PBB khususnya pelanggaran kedaulatan negara dan hukum internasional.
Menurutnya setiap negara berhak untuk mempertahankan wilayah dan kedaulatannya sesuai dengan hukum internasional.
“Dunia internasional harus memastikan dan menjaga stabilitas di dalam negeri di Gaza dan memerangi praktik penipuan harga dan monopoli di tengah situasi kemanusiaan yang buruk,” ucapnya.
Sukamta juga menyerukan dunia internasional untuk mengambil tindakan mendesak guna menghentikan agresi dan menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Ia mendorong semua pihak untuk kembali mengedepankan diplomasi.
Prabowo diketahui berniat menjadi mediator terkait eskalasi yang terjadi di Timur Tengah, khusunya antara AS-Israel dengan Iran. Hal ini mendapatkan sambutan dari Kedubes Iran di Indonesia.
“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” ujar keterangan Kemlu melalui laman akun X.


















Discussion about this post