Suaranusantara.com- Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S Deyang pada Senin 8 Juni 2026 resmi dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta.
Pelantikan Nanik S Deyang tertuang dalam surat Surat Keputusan Presiden Nomor 18/M tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN dan pemberhentian Wakil Kepala BPKP.
Nanik dilantik jadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang resmi dicopot oleh Prabowo pada Selasa 2 Juni 2026 lalu.
Selain Nanik, Prabowo turut melantik dua Wakil Kepala BGN yang baru yakni Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono.
Keduanya menggantikan Wakil Kepala BGN lama yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung yang juga dicopot Prabowo pada Selasa lalu.
Pelantikan Nanik dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Prabowo sebelumnya membacakan sumpah jabatan yang kemudian diikuti oleh sejumlah pejabat negara yang dilantik.
Resmi menjadi Kepala BGN, Nanik mengungkap sejumlah komitmennya salah satunya terkait efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nanik mengaku tidak ingin lagi program yang dijalankan BGN (Makan Bergizi Gratis) membebani anggaran negara.
Sebab itu, salah satu fokusnya setelah dilantik adalah melakukan efisiensi anggaran tanpa mengubah ataupun mengurangi target sasaran MBG.
“Langkah kami adalah pertama-tama seperti yang beberapa waktu lalu saya sampaikan, kami konsen pada efisiensi anggaran. Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan, gizi,” kata Nanik.
Menurut Nanik, salah satu upaya efisiensi adalah melalui moratorium. BGN tidak akan membuka titik baru Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk sementara.
“Efisiensi ini kami lakukan yang pertama melalui moratorium. Moratorium ini bukan titik baru, tetapi juga dapur-dapur baru,” ucap dia.
Lebih lanjut, Nanik mengatakan, titik dapur MBG mayoritas menumpuk di daerah Jawa. Sementara di wilayah terpencil belum merata.
“Karena memang dari datanya Ibu Arumsari, dapur ini masih menumpuk di Jawa. Kemudian, setelah kami menata baru ya kami hitung apakah perlu kami membuka kembali atau tidak,” ucap dia.
Nanik bersama wakilnya, Agustina Arum Sari dan Trenggono selaku petinggi di BGN akan bertanggung jawab dalam mengelola setiap uang negara.
“Di sini saya ditemani Ibu Arumsari yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan dengan teliti, dengan benar. Saya tidak akan mengambil keputusan apapun berkait pengeluaran duit bila Bu Sari tidak oke,” ujar dia.


















Discussion about this post