Suaranusantara.com – Prancis kini tengah bersiap mengunci satu tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026 saat bersua Irak. Laga kedua Grup I ini dijadwalkan berlangsung di Philadelphia pada Selasa, 23 Juni 2026, pukul 04.00 WIB.
Langkah awal kedua tim bak bumi dan langit. Prancis sempat menemui jalan terjal sebelum akhirnya menundukkan Senegal 3-1.
Sementara itu, Irak yang berstatus non-unggulan justru hancur lebur usai digulung Norwegia 4-1.
Berangkat dari modal kontras tersebut, mayoritas bursa prediksi menempatkan armada Didier Deschamps sebagai favorit utama untuk keluar sebagai pemenang.
Mbappe di Antara Sejarah Baru dan Tekanan Publik
Fase awal turnamen langsung menjadi panggung bagi para megabintang, tidak terkecuali Kylian Mbappe. Penyerang berusia 27 tahun itu baru saja mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola negaranya.
Satu golnya ke gawang Senegal, mengapit gol Bradley Barcola dan gol balasan Ibrahim Mbaye, membuat Mbappe resmi menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional pria Prancis, melampaui catatan Olivier Giroud.
Tidak hanya itu, ia juga memecahkan rekor legendaris Just Fontaine sebagai pencetak gol Piala Dunia terbanyak untuk negaranya.
Uniknya, ketajaman di lapangan ini berbanding terbalik dengan dinamika di luar stadion. Di jagat digital, sekitar 100 juta penggemar menandatangani petisi daring yang menuntut pendepakan dirinya dari Real Madrid.
Meski begitu, Mbappe tetap mendapatkan ruang aman dan kepercayaan penuh dari Deschamps, yang kini hanya butuh satu kemenangan lagi guna memastikan tiket ke fase gugur.
Ketajaman Lini Serang Tutupi Celah Pertahanan
Walau sukses mengamankan poin penuh di laga pembuka, posisi puncak klasemen Grup I saat ini masih dikuasai oleh Norwegia yang unggul selisih gol atas Prancis.
Satu hal yang wajib menjadi evaluasi Deschamps adalah rapuhnya barisan pertahanan. Gawang Les Bleus tercatat selalu kebobolan dalam enam pertandingan terakhir secara beruntun.
Beruntung, keroposnya lini belakang mampu ditutupi oleh produktivitas lini depan yang menakutkan. Prancis tercatat konsisten mencetak gol dalam 14 laga terakhirnya, bahkan sukses menyarangkan minimal dua gol dalam 13 pertandingan di antaranya.
Tekad Irak Bangkit dari Luka Laga Perdana
Agresivitas Prancis jelas menjadi alarm bahaya bagi Irak yang sebelumnya luluh lantak oleh empat gol Norwegia yang dimotori Erling Haaland. Kendati menelan kekalahan telak, pelatih kepala Irak, Graham Arnold, menolak untuk mengibarkan bendera putih.
Mantan juru taktik timnas Australia itu mengaku tetap bangga dengan daya juang anak asuhnya pada 70 menit pertama, saat mereka sempat menyamakan kedudukan melalui Aymen Hussein sebelum akhirnya runtuh akibat kesalahan individu di menit-menit akhir.
Peluang Irak untuk membuat kejutan dan lolos ke babak 32 besar secara matematis belum tertutup. Namun, jika mereka kembali kalah dari Prancis sementara Norwegia berhasil mencuri poin dari Senegal, maka peluang finis di posisi dua besar dipastikan sirna. Singa Mesopotamia hanya bisa menggantungkan nasib pada keajaiban jalur peringkat ketiga terbaik.
Sejarah sendiri tidak berpihak pada Irak. Sejak debut mereka di Piala Dunia 1986 yang berakhir dengan tiga kekalahan, mereka belum pernah sekalipun mendulang poin di putaran final.
Dengan rekor buruk hanya menang sekali dari enam laga terakhir, pasukan Graham Arnold tampaknya harus bekerja ekstra keras untuk mengukir sejarah baru.
Harapan tipis bertumpu pada catatan lini serang mereka yang selalu berhasil mencetak gol dalam 9 dari 11 laga terakhir di semua kompetisi.
Siasat Rotasi Pemain Kedua Tim
Dari ruang medis Prancis, kuartet lini belakang yang diisi William Saliba, Dayot Upamecano, Theo Hernandez, dan Malo Gusto dilaporkan dalam kondisi fit.
Kendati demikian, Deschamps diprediksi tetap akan melakukan tiga rotasi taktis demi menjaga kedalaman skuad.
Lucas Digne disiapkan untuk menggantikan Theo Hernandez, sementara Manu Kone diproyeksikan mengisi pos Aurelien Tchouameni di lini tengah.
Di sektor gedor, Bradley Barcola yang memecahkan rekor Thierry Henry sebagai pencetak gol termuda Prancis di debut Piala Dunia, kemungkinan besar akan tampil sebagai starter menggeser Desire Doue di sayap kiri.
Di kubu seberang, kabar baik menghampiri Irak setelah pemain sayap Ali Jasim sudah kembali berlatih penuh usai mengalami benturan ringan saat melawan Norwegia.
Sektor penjaga gawang juga kembali komplet setelah Jalal Hassan pulih dari cedera.
Namun, menyusul performa kurang meyakinkan Hassan di laga perdana, media lokal berspekulasi bahwa Ahmed Basil yang akan dipercaya tampil sejak menit awal.
Sementara itu, penyerang Aymen Hussein sempat mengalami drama tersendiri setelah sempat ditahan beberapa jam oleh petugas imigrasi Amerika Serikat sebelum turnamen.
Di lapangan, ia menorehkan catatan langka dengan mencetak gol penyeimbang bagi Irak sekaligus melakukan gol bunuh diri, menjadikannya pemain ketiga dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol di kedua gawang pada laga yang sama.
Prakiraan Susunan Pemain
- Prancis (4-2-3-1):
Maignan; Kounde, Saliba, Upamecano, Digne; Rabiot, Kone; Dembele, Olise, Barcola; Mbappe - Irak (4-4-2):
Basil; Ali, Tahseen, Hashem, Doski; Bayesh, Al-Ammari, Iqbal, Ali Jasim; Hussein, Al-Hamadi
Prediksi Skor Akhir
Meskipun Prancis memiliki celah di lini belakang yang sempat dimanfaatkan oleh Senegal, perbedaan kualitas materi pemain kedua tim tetap terlampau jauh.
Irak diprediksi akan kesulitan keluar dari tekanan dan jarang mendapatkan peluang bersih di area penalti lawan.
Les Bleus tampaknya akan melenggang mulus ke babak 32 besar dengan kemenangan meyakinkan tanpa kebobolan.
Prediksi Skor: Prancis 3-0 Irak


















Discussion about this post