Suaranusantara.com – Manchester United kembali menelan kekalahan memalukan di Old Trafford dalam lanjutan Premier League 2024/25, Minggu, 22 Desember 2024 malam WIB. Kalah 0-3 dari Bournemouth.
Hasil ini membuat Manchester United terpuruk di posisi ke-13 klasemen, dan menjadi kali pertama sejak 1989 mereka berada di papan bawah pada Hari Natal.
Bournemouth memimpin lebih dulu melalui gol Dean Huijsen. Justin Kluivert kemudian menggandakan keunggulan lewat penalti, sebelum Antoine Semenyo memastikan kemenangan telak The Cherries dengan gol ketiga.
Manchester United kembali dihantui kelemahan dalam mengantisipasi bola mati. Gol-gol Bournemouth memanfaatkan situasi tersebut, menjadikan total kebobolan United dari bola mati musim ini mencapai angka 17 tertinggi di Premier League sepanjang tahun kalender.
Manajer Ruben Amorim mengakui tekanan mental memengaruhi permainan timnya.
“Pertandingan ini sangat sulit bagi kami. Saya bisa merasakan gugupnya para pemain sejak menit pertama, bahkan atmosfer di stadion terasa tegang,” ujar Amorim, dikutip dari Sky Sports.
Ia juga menyayangkan keputusan tergesa-gesa pemainnya untuk segera mencetak gol saat tertinggal 0-2, yang justru membuat mereka kehilangan banyak peluang penting.
“Ketika kami tertinggal, kami harus tetap tenang dan tidak terlalu terburu-buru mencetak dua gol sekaligus. Itu adalah sesuatu yang perlu segera kami perbaiki,” tambah Amorim.
Kelemahan United dalam situasi bola mati kembali menjadi sorotan. Amorim menegaskan bahwa masalah ini sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya, bukan pelatih spesialis bola mati, Carlos Fernandes.
“Adalah tugas saya melatih mereka. Kami tahu ini sangat sulit, apalagi kalah 0-3 di kandang sendiri. Namun, kami harus menghadapi situasi ini dan mencari solusi untuk bola mati,” kata Amorim.
Amorim juga mencatat bahwa kekecewaan penggemar sangat terasa di Old Trafford. Namun, ia meminta semua pihak untuk tetap bersatu menghadapi situasi sulit ini.
“Kami harus menerima bahwa ini adalah masa yang sulit. Para penggemar kecewa, itu wajar. Tapi kami tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki keadaan,” tegasnya.
Dengan dua kekalahan beruntun melawan Bournemouth dalam waktu hampir setahun, tekanan semakin berat bagi Amorim untuk membangkitkan Manchester United dari keterpurukan. Laga berikutnya akan menjadi ujian besar bagi skuad asuhannya.
