Pelajar SD yang Belajar Di Lantai Sudah Sejak Dua Bulan Lalu

Kabupaten Tangerang – Puluhan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Blimbing II, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang terpaksa belajar beralaskan lantai.

Pasalnya, hingga saat ini, fasilitas seperti bangku dan meja untuk proses belajar mengajar belum juga diterima.

Parijo, Kepala Sekolah SDN Blimbing II mengatakan, proses belajar mengajar yang dilakukan di lantai telah terjadi sejak tahun ajaran baru.

“Ini dari tahun ajaran baru siswa belajar di lantai, karena memang belum ada bangku dan meja nya,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Jum’at (10/8/2018).

Parijo menuturkan, ia telah mengajukan pengadaan bangku dan meja untuk proses pembelajaran sejak November 2017. Namun, hingga kini, belum juga ada tanggapan.

“Saya udah ngajuin sejak November 2017, lalu mengajukan lagi pada awal 2018, tapi sampai sekarang belum ada yang dikabulkan,” ujarnya.

Pantauan tim lapangan, terdapat tiga kelas yang belajar di lantai. Ketiganya terletak di lantai dua sekolah yang baru dibangun.

“Memang ruangan atas itu baru dibangun tiga kelas pada 2017, karena memang kita kekurangan kelas, namun ternyata ruangan tersebut tidak dilengkapi dengan peralatannya,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjut Parijo, lantaran ruang kelas tersebut dibangun oleh Dinas Tata Ruang, dimana hanya membangun ruang kelas namun tidak bersamaan dengan bangku dan meja untuk proses KBM.

“Jadi karena yang bangun Dinas Tata Ruang, jadi mereka engga bisa menyediakan bangku dan meja, yang menyediakan harus Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Meski proses belajar mengajar dilakukan di lantai, guru-guru dan siswa tetap belajar seperti biasa. Namun, banyak orangtua siswa yang mengeluh dan mempertanyakan tidak adanya bangku dan meja saat proses KBM.

“Proses KBM mah tetap berjalan seperti biasa, kebetulan yang belajar diatas itu semuanya kelas VI, sehingga sudah lebih tertib,” ujarnya.

Sementara itu, Neneng (11) salah satu siswa kelas IV menuturkan, ia telah belajar di lantai sejak tahun ajaran baru. Ia pun berharap dapat segera mendapatkan bangku dan kursi untuk belajar.

“Pegel kalau lagi nulis, kadang tulisan nya jadi engga rapih karena kalau pegel nunduk ya di paha nulisnya, maunya cepet-cepet ada bangku sama meja,” tandasnya. (yogi/nji)