Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Kota Tangerang – Sabulan jelang hari raya Idul Adha, Pemkot Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan mulai memperketat pengawasan peredaran hewan kurban di Kota Tangerang.

Itu dilakukan untuk mencegah masuknya potensi masuknya hewan kurban yang tejangkit penyakit antraks.

Kepala Seksi Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan Dr. Wina Listiana mengatakan khusus di Kota Tangerang sosialisasi dan pemeriksaan mulai dilaksanakan pada awal Agustus mendatang.

Sasarannya adalah pedagang lapak yang menjajakan binatang kurban. Adapun kriteria yang diperiksa adalah usia, dan fisik hewan seperti pada mulut dan lidah hewan.

“Lapak yang telah kita periksa nanti akan kita pasangi stiker lolos uji pemeriksaan. Sosialisasi mengenai kesehatan hewan terus kami lakukan,” ujarnya, Jumat (13/7/2018).

Wina mengklaim, potensi masuknya hewan kurban yang terinfeksi penyakit antraks di Kota Tangerang minim.

Sebab, sebelum masuk hewan harus melalui pemeriksaan berlapis seperti yang berada di cekpoin yang berada di setiap provinsi.

“Khusus di Provinsi Banten lokasi cek poin berada di Cilegon, sedangkan di dari Jawa Barat cek poin berada di Cirebon,” tegasnya.

Usai diperiksa, sambung Wina, hewan akan mendapatkan surat kesehatan yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan Provinsi dan surat jalan dari Dishub setempat.

“Bahkan untuk sampai ke pedagang, hewan kurban harus mendapat surat jalan dari pihak kepolisian,” tambahnya.

Menurut Wina, peredaran hewan yang peruntukannya khusus kurban seperti sapi, kerbau dan kambing di Tangerang akan akan mengalami kenaikan sebesar 5 %.

“Penyebabnya adalah tingkat kesadaran berkurban dan daya beli masyarakat yang tinggi. “Tahun ini ada kenaikan sekitar 5% dari 16.616 ekor hewan pada 2017 lalu,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau masyarakat tidak sembarangan membeli hewan kurban.

Tujuannya, agar hewan kurban yang dibeli terjamin kesehatannya dan terhindar dari penyakit antraks. Bahkan, ia juga mengharapkan pedagang proaktif mengecek kesehatan hewan yang dijualnya. 

“Kalau binatangnya sehat kan yang yang beli tenang, dan akan lebih bermanfaat buat penerimanya,” pungkasnya. (akim/nji)