Suaranusantara.com – Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa menekankan kepada pemerintah untuk mempergunakan anggaran pendidikan senilai Rp757,8 triliun dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 itu dengan efektif dan tepat sasaran.
Jika tidak, kata dia, maka akan berdampak pada kualitas pendidikan di Indonesia.
“Jika anggaran pendidikan tidak digunakan sebagaimana mestinya dan tidak fokus, maka potensi kebocoran akan terus terjadi dan kualitas pendidikan akan menurun,” kata Adde dalam keterangannya, Sabtu (16/8/2025).
Dia lantas menyoroti beberapa persoalan terkait alokasi dana pendidikan, salah satunya pengelolaan anggaran untuk Perguruan Tinggi Kementerian/Lembaga (PTKL) yang dinilai tidak tepat sasaran.
Padahal, kata Adde, PTKL menghabiskan 39 persen anggaran fungsi pendidikan di APBN 2025. Sementara Kemendiktisaintek hanya mengelola 22 persen.
Sementara, menurut dia, jumlah mahasiswa di PTKL jauh lebih kecil dibandingkan mahasiswa di PTN yakni 200 ribu.
“Perlu penataan dan penyederhanaan PTKL, termasuk menghapus program studi umum yang tidak sesuai mandat undang-undang,” tegasnya.
Lebih jauh, Adde menyoroti pernyataan Prabowo Subianto yang ingin meningkatkan kesejahteraan guru dan melalui alokasi dana sebesar Rp178,7 triliun.
Menurut dia, salah satu kunci pendidikan berkualitas yakni dengan tercapainya kesejahteraan guru.
“Kesejahteraan guru adalah kunci pendidikan berkualitas, karena guru dan dosen adalah motor penggerak transformasi pengetahuan,”kata Adde.
Maka dari itu, Adde memastikan para legislator dari Fraksi Golkar mendukung penuh rencana penganggaran dana pendidikan yang diajukan Prabowo.


















Discussion about this post