Rupiah Stabil, Harga Sejumlah Bahan Pokok Di Pasar Cikupa Aman

Kabupaten Tangerang – Nilai rupiah terus menguat, sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Cikupa, Kabupaten Tangerang tidak mengalami kenaikan.

Harga bahan pokok seperti beras, telur, dan sayur mayur terpantau stabil.

Menurut salah satu pedagang di Pasar Cikupa, Hari (29), harga cabai diketahui sejak seminggu terakhir tidak mengalami kenaikan.

Bahan pokok yang tidak mengalami kenaikan juga diikuti oleh bawang, hal tersebut ia pastikan karena ketersediaan stok dan dampak dari musim kemarau saat ini.

“Harga cabai merah dan keriting itu masih di harga Rp 25.000 dan Rp 20.000, bawang-bawangan juga sama masih di harga Rp 25.000, baik cabai dan bawang ga ada kenaikan sejak beberapa minggu terakhir. Karena sampai saat ini stok masih aman belum lagi cuaca sekarang yang bagus, insha Allah stok masih aman sampai akhir tahun nanti,” ujarnya, Sabtu (15/9/2018).

Meski tergolong stabil, namun, Hari mengaku, terdapat beberapa kenaikan pada komoditas bumbu dapur yang mengalami kenaikan hingga 10 persen. Kenaikan ini sudah berlangsung selama seminggu terakhir.

“Bumbu dapur yang malah naik, kaya jahe aja sekarang udah sampai di harga Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 20.000 perkilogram, terus lengkoas sebelumnya Rp 8.000 sekarang jadi Rp 10.000 perkilogram. Satu lagi kunyit yang juga naik Rp 4.000, Minggu kemarin kunyit itu harganya cuma Rp 8.000 sekarang jadi Rp 12.000 perkilogram,” ujarnya.

Keserasian harga cabai itu, diakui Hari, karena ketersediaan stok terlebih faktor musim kemarau yang dianggapnya sebagai siklus terbaik dalam pertanian cabai dan bawang.

Namun, musim kemarau juga memberikan dampak yang kurang positif bagi pertanian bumbu dapur.

Selain Hari, Agus Iman (28) pedagang daging sapi mengaku, bahwa harga barang yang ia jual juga masih sama yakni di harga Rp 110.000 perkilogram.

Stok yang memadai, dijelaskan Agus, menjadi salah penekan kenaikan harga di daging sapi.

“Harga daging sapi Alhamdulillah sampai sekarang ga naik, masih tetap harganya karena stok daging ya lumayan ada ya. Apalagi saat ini beberapa Rumah Potong Hewan (RPH) ditempat saya beli, juga tidak menaikan harga,” ujarnya.

Senada dengan pedagang lainnya, salah satu pedagang beras Sarta (73) mengungkapkan, dirinya memastikan harga beras yang ia jual tidak mengalami kenaikan, baik beras IR 64 KW I, KW II dan III. Stok sendiri, menurut Sarta, masih tersedia di tahun depan.

“Beras KW I itu harganya Rp 10.000, KW II itu Rp 9.000 dan KW III Rp 8.500 perkilo. Stok dari pedagang besar katanya masih aman lah sampai 2019 nanti, jadi saya sebagai pedagang beras tidak khawatir masalah stok dan harga. Kenaikan seperti menjelang lebaran insha Allah ga ada,” ungkap Sarta. (yogi/nji)