Sihar Sitorus: 10 Tahun Terakhir, Pemenang dalam Pemilihan adalah Golput

Sihar Sitorus saat menyampaikan pemikiran tentang Pilgubsu 2018 (Foto: Ingot Simangunsong)
Sihar Sitorus saat menyampaikan pemikiran tentang Pilgubsu 2018 (Foto: Ingot Simangunsong)

Medan – SuaraNusantara

Calon Wagubsu Sihar Sitorus pasangan Cagubsu Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan 27 Juni 2018, menjadi sangat penting untuk perubahan Sumatera Utara ke depan.

“Jika ingin terjadi perubahan, marilah kita sama-sama berangkat ke tempat pemungutan suara (TPS), untuk mencoblos,” kata Sihar Sitorus saat didaulat untuk menyampaikan pemikiran sebagai Cawagubsu pada acara Dies Natalis ke-68 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Hall B Lantai 8 Gedung Chatolic Center Jalan Mataram Medan, Selasa (6/2/2018).

Sihar Sitorus menggambarkan bahwa sepuluhan tahun terakhir ini, dalam gelaran pesta demokrasi, apakah itu pada pemilihan kepala daerah, calon legislatif maupun pemilihan presiden, yang menjadi pemenangnya ada golongan putih (Golput).

“Kita harus berani melakukan perubahan kondisi ini, jangan kita biarkan diri kita menjadi golput. Datanglah ke TPS untuk memberi hak suara untuk perubahan Sumatera Utara ke depan,” kata Sihar Sitorus.

Pada acara Dies Natalis ke-68 GMKI ini digelar dua sesi acara, yakni Dialog Balon Gubsu 2018-2023 serta Pendidikan Politik dan Pemilu.
Sampai acara dimulai ketiga balon Gubsu yang diharapkan hadir, yakni Djarot Saiful Hidayat, JR Saragih dan Edy Rahmayadi ternyata tidak ada. Yang kelihatan hadir hanya balon Cawagubsu Sihar Sitorus yang diusung PDI-P dan PPP.

Penulis: Ingot Simangunsong