Terkait Pengobatan Gratis, Marinus Gea Sebut WH Harus Sejalan Dengan Program Nasional

Anggota Komisi IX DPR RI, Marinus Gea,saat diwawancarai dengan awak media. Foto: Dok SNC
Anggota Komisi IX DPR RI, Marinus Gea,saat diwawancarai dengan awak media. Foto: Dok SNC

Kota Tangerang – SuaraNusantara

Program pengobatan gratis yang ingin diinisiasi Gubernur Banten Wahidin Halim, dianggap perlu mencontoh Kota Tangerang. Pasalnya, Kota Tangerang mampu bekerjasama dengan BPJS Kesehatan lewat program Universal Health Coverage (UHC) sejak setahun belakangan.

“Alasan Pak WH menggadang-gadang pengobatan gratis ini apa? Kan sudah dianggarkan oleh APBN. Kalau memang mau melakukan hal itu, boleh dia mencontoh program yang sudah jalan di Kota Tangerang,” imbuhnya.

“Kalau mau menggunakan dana pemprov sah-sah saja, tapi jangan sampai jadi tumpang tindih dengan program pemerintah pusat,” ungkap Anggota Komisi IX DPR RI Marinus Gea, saat ditemui di Sekretariat Taruna Merah Putih (TMP) Karawaci Tangerang, Rabu (7/3).

Marinus mengatakan, program itu tetap harus bersinergi dengan Kementerian Kesehatan. “Harus tetap kerja sama dengan pemerintah pusat. Sah-sah saja intinya itu kan bagus jadi wujud pengabdian dari seorang pemimpin kepada rakyatnya,” kata dia.

Dalam hal ini, Marinus menegaskan jika pengobatan gratis ini tetap ingin diberlakukan, maka Wahidin Halim perlu mengelolanya dengan baik.

“Jangan sampai peruntukannya ini jadi tidak bisa digunakan. Bisa-bisa nanti uang yang sudah dianggarkan menjadi silpa,” papar anggota DPR RI yang membidangi Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Namun, Marinus Gea mayakini dengan segudang pengalaman yang dimiliki WH. Dengan menjadi pelopor memberikan pengobatan gratis kepada warga saat menjabat Walikota Tangerang dua periode dan duduk di kursi DPR RI, dapat segera mendapatkan solusi terbaik untuk kebaikan rakyat Banten.

“Semoga kedepannya kebijakan yang akan diambil oleh pak WH, proses perencanaannya bisa lebih matang lagi. Agar tak tumpang tindih,” singkatnya.

Diketahui sebelumnya, Wahidin Halim dihadapan Menteri Kesehatan Nila Mueleok, menyampaikan rencananya untuk memberikan pengobatan gratis kepada dua juta warga Provinsi Banten yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS.

Hal itu disampaikan oleh Wahidin di acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rekarenaskes) tahun 2018 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (6/3). (Nji)