UKP PBM RI-Malaysia Gelar Bimtek Negosiator Batas Maritim

Acara Bimtek Negosiator Batas Maritim yang dikemas dalam bentuk FGD, di Hotel Hyatt Regency, Yogyakarta, 19-20 Oktober. (Foto: Eddy Soetjipto)
Acara Bimtek Negosiator Batas Maritim yang dikemas dalam bentuk FGD, di Hotel Hyatt Regency, Yogyakarta, 19-20 Oktober. (Foto: Eddy Soetjipto)

Yogyakarta-SuaraNusantara

Kantor Utusan Khusus Presiden (UKP) bidang Penetapan Batas Maritim (PBM) RI-Malaysia bekerja sama dengan Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Kemaritiman menyelenggarakan Bimbingan Tehnik (Bimtek) Negosiator Batas Maritim yang dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), di Hotel Hyatt Regency, Yogyakarta, 19-20 Oktober.

FGD ini bertujuan untuk melengkapi generasi baru negosiator batas laut Indonesia dengan pengalaman, keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan negoisasi melalui pengetahuan hukum dan teknis yang rumit, serta belajar dari negara-negara lain, pengalaman khususnya dalam yurisprudensi mekanisme penyelesaian sengketa dengan pihak ketiga.

Utusan Khusus Presiden bidang PBM RI-Malaysia, Eddy Pratomo, dalam sambutannya saat membuka FGD ini mengatakan, bahwa negosiasi batas maritim adalah proses panjang dan kompleks. Karena itu, penting untuk menjaga kelanjutan tim negosiasi, dan melengkapi mereka dengan keterampilan yang diperlukan. 

“Lebih dari itu, melestarikan memori intitusi negosiasi juga penting untuk memastikan posisi dan konsistensi kita di meja perundingan,” kata Eddy.

Utusan Khusus Presiden bidang PBM RI Malaysia itu merasa terhormat, karena dalam FGD ini hadir pakar terkenal dalam masalah penyelesaian batas maritim yang menjadi narasumber, yaitu Rodman Bundy dari Singapura dan Deputi Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arief Havas Oegroseno.

“Saya sangat berharap para peserta dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan skill dari narasumber,” pungkas Eddy.

FGD ini menghadirkan nara sumber Rodman Bundy yang berpengalaman lebih dari 35 tahun sebagai penasihat dalam sengketa antar negara, Deputi Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arief Havas Oegroseno, dan pakar dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta I Made Andi Arsana.

FGD diikuti peserta dari Kemenko Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, UKP PBM RI-Malaysia, TNI AL, Kementerian Pertahanan, dan sejumlah instansi terkait.

Kontributor: Maryono