Pekan Depan Asuransi Nelayan Ruyudin Waruwu Akan Dicairkan

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara H. Zonny Waldi, S. Sos, MM (Foto: Profil WA)

Nias Utara – SuaraNusantara

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara akhirnya buka suara mengenai dana Asuransi Nelayan atas nama almarhum Ruyudin Waruwu yang belum kunjung dicairkan. Mereka berjanji pekan depan dana tersebut akan diberikan kepada keluarga almarhum/ahli waris.

Melalui pesan whatsupp yang dikirimkan kepada SuaraNusantara, beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara H. Zonny Waldi, S. Sos, MM sekaligus mengucapkan terima kasih atas informasi yang disampaikan SuaraNusantara lewat pemberitaan.

Tks infonya saudaraku, sy sdh cek kebidang yang menanganinya uangnya sdh cair dan sudah diinformasikan kepada kel/Ahli waris Pak Ruyudin namun beliau belum sempat datang ke Medan,” katanya dalam pesan whatsupp tersebut.

Menurut Zonny Waldi, pembayaran klaim Asuransi Nelayan atas nama Ruyudin Waruwu, pekan depan akan dibayarkan melalui Kabid Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara, Rajab Nasution, di GunungSitoli, Kepulauan Nias.

Saya tugaskan Pak Kabid minggu depan ke GunungSitoli spy ibu kita itu terbantu, mudah-mudahan bisa membantu kel beliau di bulan puasa ini,” harap Zonny Waldi.

Sebelumnya diberitakan, keluarga almarhum Ruyudin Waruwu belum menerima Asuransi Kematian dari Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Sumatera Utara. Padahal almarhum yang semasa hidupnya berprofesi sebagai nelayan di Dusun 1 Afulu, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara, telah meninggal setahun lamanya.

“Sudah setahun suami saya meninggal namun sampai sekarang hak almarhum saya sebagai nelayan dalam bentuk asuransi belum saya terima. Saya minta kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara untuk segera memberikan Asuransi Kematian suami saya, biar di bulan suci ini bisa saya dan anak saya memanfaatkannya,” ungkap Istri almarhum, Wina Astri Waruwu alias Ina Safa sambil menangis,di rumahnya, Jumat (2/6/2017) silam.

Sejak Ruyudin Waruwu meninggal 19 Juni 2016 karena sakit, Wina hanya bisa menghidupi ketiga anaknya dari belas kasihan sanak saudara. Dia sangat berharap dana Asuransi Kematian suaminya bisa dicairkan karena semua kelengkapan persyaratan administrasi sudah dia serahkan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Nias Utara.

Penulis: Candra Naz

Exit mobile version