Suaranusantara.com – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau warga terdampak kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Rano memastikan Pemprov DKI Jakarta memenuhi seluruh kebutuhan dasar para korban selama berada di pengungsian. Fasilitas yang disiapkan meliputi posko pengungsian, dapur umum, layanan kesehatan, bantuan logistik, hingga dukungan psikologis.
“Kami sudah menyiapkan posko di Lapangan Yusuf Hamka secara lengkap. Ada posko kesehatan, dapur umum, dan posko dukungan psikologis untuk anak-anak. Dinas Sosial juga sudah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, matras, serta kebutuhan dasar lainnya,” kata Rano.
Selain bantuan pangan, Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan paket sandang dan bantuan natura untuk memenuhi kebutuhan harian warga selama berada di pengungsian. Layanan kesehatan disiagakan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Untuk mendukung pemulihan psikologis warga terdampak, terutama anak-anak, Pemprov DKI Jakarta menyediakan layanan trauma healing dan pendampingan psikologis di lokasi pengungsian.
“Kami juga menyiapkan posko dukungan psikologis. Saat ini ada dua ibu hamil yang terdata dan kondisinya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun jika membutuhkan rujukan ke rumah sakit, seluruh layanan kesehatan sudah siaga,” tutur Rano.
Terkait dokumen kependudukan yang hilang atau terbakar, Rano memastikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah bergerak membantu warga terdampak. Warga yang kehilangan dokumen diminta segera melapor agar proses penggantian dapat dipercepat.
“Dukcapil sudah menyerahkan dokumen seperti kartu keluarga dan KTP bagi warga yang membutuhkan. Kami mengimbau warga yang dokumennya hilang atau rusak agar segera melapor supaya proses penggantian bisa segera dilakukan,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, kebakaran berdampak pada 304 bangunan dan menyebabkan 354 kepala keluarga atau 679 jiwa terdampak. Jumlah tersebut terdiri atas 326 laki-laki dan 353 perempuan, termasuk 35 lansia, 90 balita, 53 anak usia sekolah dasar, 60 anak usia SMP, 22 remaja SMA/SMK, serta 414 warga dewasa, termasuk ibu hamil.
