Pramono Klaim Ekonomi Jakarta Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam HUT Kota Jakarta ke 499 di Monas (Dok YouTube Pemprov Jakarta)

Suaranusantara.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa dinamika geopolitik global saat ini turut memberikan dampak bagi Jakarta sebagai jangkar stabilitas dan motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski demikian, menurut Pramono, kondisi ekonomi Jakarta tetap terkendali. Hal itu tercermin dari tingkat inflasi yang berada di angka 2,45 persen sepanjang 2025.

Selain itu, realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp270 triliun. Sementara itu, perekonomian Jakarta tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi sebesar 16,57 persen terhadap perekonomian nasional.

Pramono mengatakan, berbagai langkah efisiensi dan penajaman program prioritas terus dilakukan sebagai strategi menghadapi perkembangan situasi yang dinamis. Upaya tersebut tetap berfokus pada program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pemerintah provinsi DKI Jakarta terus menjaga keberlanjutan akses pendidikan, melalui KJP Plus untuk 7.477 pelajar, KJMU untuk 15.825 mahasiswa, serta program pemutihan ijazah disertai perluasan kesempatan kerja melalui program padat karya,” kata Pramono dalam sambutannpada pada peringatan HUT Kota Jakarta ke 466 di Monas, Senin (22/6/2026).

Di bidang kesehatan, Pramono menambahkan, Pasukan Putih Jakarta tetap siaga memberikan layanan kesehatan berbasis home service dengan mendatangi warga yang sakit maupun memiliki keterbatasan mobilitas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memperluas cakupan penerima manfaat program pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak.

“Dalam mendukung mobilitas yang aman, nyaman dan terjangkau, berbagai upaya dilakukan melalui perluasan layanan transportasi publik hingga wilayah Jabodetabek, serta pemberian layanan tra transportasi publik gratis bagi 15 golongan masyarakat,” pungkasnya.

Exit mobile version