Pramono Canangkan Pedestrian Deck Dukuh Atas, Integrasikan Enam Moda Transportasi di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencanangkan Pedestrian Deck Dukuh Atas. (Dok: Diskominfotik DKI Jakarta)

Suaranusantara.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mencanangkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (21/6). Proyek yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-499 Jakarta itu disiapkan untuk memperkuat integrasi transportasi publik sekaligus meningkatkan kenyamanan mobilitas warga di pusat kota.

Pedestrian deck tersebut dirancang menghubungkan enam moda transportasi, yakni MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Transjakarta, dan LRT Jakarta. Kehadiran infrastruktur baru itu diharapkan menciptakan perpindahan antarmoda yang lebih mudah dan efisien bagi pengguna transportasi umum.

Pramono mengatakan, pengembangan kawasan Dukuh Atas menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. Menurutnya, Jakarta saat ini telah menjadi salah satu kota dengan sistem transportasi publik terbaik di kawasan Asia Tenggara sehingga konektivitas antarmoda perlu terus diperkuat.

“Jakarta saat ini telah menjadi kota kedua dengan sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas antarmoda agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik,” ujar Pramono.

Selain berfungsi sebagai jalur penghubung, pedestrian deck akan membentuk wajah baru kawasan Sudirman-Dukuh Atas yang lebih modern, ramah pejalan kaki, serta mendukung aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Infrastruktur tersebut juga dirancang untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna saat berpindah moda transportasi.

Pemprov DKI menargetkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas selesai pada akhir 2028. Setelah beroperasi, fasilitas ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menghidupkan ruang publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan transit strategis tersebut.

Pramono menambahkan, proyek ini membuka peluang penerapan skema pembiayaan kreatif melalui kolaborasi dengan sektor perbankan, BUMD, dan berbagai pemangku kepentingan. “Saya berharap pembangunan ini dapat berjalan tepat waktu dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan pengguna,” katanya.

Exit mobile version