PAM JAYA Cari Mitra Strategis Kejar Layanan Air 100 Persen

Direktur Utama PT PAM Jaya Perseroda, Arief Nasrudin. (Dok: Istimewa)

Direktur Utama PT PAM Jaya Perseroda, Arief Nasrudin. (Dok: Istimewa)

Suaranusantara.com – PAM JAYA memulai proses market sounding untuk mencari mitra strategis dalam pembangunan empat Instalasi Pengolahan Air (IPA). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari percepatan target layanan air minum perpipaan 100 persen bagi seluruh warga Jakarta pada 2029.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, mengatakan pembangunan empat IPA baru menjadi langkah antisipasi menyusul belum beroperasinya proyek Bendungan Karian akibat kendala teknis. Proses market sounding juga menjadi tahapan awal sebelum pelaksanaan lelang untuk mencari mitra yang akan menggarap proyek tersebut.

“Market sounding ini merupakan salah satu tahapan dalam proses pelelangan atau bidding untuk mencari mitra strategis PAM JAYA. Langkah ini dilakukan dalam rangka pembangunan tambahan empat IPA sebagai upaya mitigasi atas keterlambatan proyek Bendungan Karian,” kata Arief di Jakarta, Rabu (1/7).

Menurut Arief, pembangunan empat IPA merupakan bagian dari arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat perluasan layanan air bersih. Ia optimistis proses pengadaan dapat berjalan sesuai jadwal agar target penyelesaian proyek tidak molor.

“Mudah-mudahan prosesnya tidak memakan waktu terlalu lama. Saya telah meminta Direktur Bisnis Strategik agar proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu 12 bulan, meskipun target tersebut sangat ketat,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, menilai percepatan pembangunan infrastruktur air minum penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang beraktivitas di Jakarta setiap hari. Selain meningkatkan cakupan layanan, proyek tersebut juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan warga terhadap penggunaan air tanah.

“Harapan kami, ketika layanan air minum perpipaan mencapai 100 persen pada 2029, masyarakat tidak lagi bergantung pada air tanah. Dengan demikian, laju penurunan muka tanah dapat ditekan,” ujar Afan.

Arief menambahkan pembangunan empat IPA akan menggunakan skema pembiayaan kreatif melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha atau business to business (B2B). Nilai investasi proyek belum diumumkan karena masih berada dalam tahap market sounding guna menjaga proses kompetisi tetap berjalan secara sehat.

Exit mobile version