Jakarta-SuaraNusantara
Progres pembangunan tol laut di Papua telah rampung 80%. Hal itu diungkapkan Staf Khusus Presiden, Lennis Kagoya.
“Ya hampir 80%, sudah bagus. Sedikit lagi yang tadi kalau kita masukkan kapal ini, kapal cepat yang ini harganya turun, berarti kan sudah 90% bisa jalan ke depan. Jadi saya merasa bahagia harga (barang-barang) sama dengan Jawa,” tutur Lennis, Jumat (13/10/2017) sore di Gedung Kementerian Sekretariat Negara Jalan Veteran III, Jakarta.
Mengenai perbaikan di daerah Papua lain, Lennis sampaikan bahwa yang perlu diutamakan yakni Pelabuhan Nabire. Ia menambahkan bahwa infrastruktur jalan di Nabire sudah bagus.
“Trans Papua sudah masuk dari Kabupaten Deiyai, Paniai, Intan Jaya sudah masuk. Itu susah tapi sudah mulai masuk. Terus jalan dari Nduga, Wamena ke mana lagi itu sudah mulai masuk. Jadi jalan di papua untuk trans papua sudah bagus tinggal di Merauke dengan Boven Digul,” ujar Lennis.
Lennis menyampaikan bahwa usai berkeliling selama dua minggu di Papua, mulai dari Wamena, Jayapura, Nabire, Sorong, Manokwari, Raja Ampat, rakyat Papua sangat terima kasih kepada Presiden dan kementerian terkait mengenai program yang turun ke daerah terutama tol laut.
Lebih lanjut dia berharap bahwa adanya bantuan pendampingan dari pemerintah untuk membuat Badan Usaha Milik Daerah agar barang yang datang ke Papua tidak ditangani langsung oleh swasta.
“Jadi, arahkan Pemerintah Papua punya kewajiban buka namanya BUMD. Jadi, barang subsidi pemerintah itu sama harga yang di Papua, jadi harganya sama. Jadi itulah yang namanya keadilan sila kelima,” ucap Lennis.
Sebagai staf khusus, Lennis mengaku terus memperjuangkan bagaimana caranya Papua harus damai dan papua harus Sejahtera.
“Kami mendatangkan kapal ro-ro yang kapal besar, kapal yang cepat. Kapal cepat ini akan masuk ke Papua, sampai di jadwalnya di Sorong, Manokwari, Jayapura, Nabire dia akan masuk semua,” kata Lennis.
Penulis: Cipto
