Nias Selatan-SuaraNusantara
Kecamatan Mazö adalah merupakan salah satu wilayah yang tidak diterangi oleh listrik di Kabupaten Nias Selatan Sumatera Utara. Sejak Indonesia merdeka daerah ini belum masuk aliran listrik dari PLN.
Hal tersebut diungkapkan oleh Camat Mazö Ondrekhata Laia, saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
“Ada 10 desa di Kecamatan Mazo ini yang belum tersentuh pelayanan listrik PLN. Untuk mendapatkan listrik, warga menggunakan genset yang dibeli dengan uang sendiri. Sudah sejak merdeka kita belum teraliri listrik PLN”. Ungkap Ondrekhata Laia Camat Mazö
Ondrekhata menjelaskan, sebelumnya sekitar bulan April 2017 pernah ada tim PLN wilayah Medan tinjau lokasi tersebut dan menyampaikan akan ditinjau ulang pada bulan Juni 2017.
“Tetapi pernah datang Survey PLN meninjau lokasi ini pada bulan April 2017, tetapi tidak ada kelanjutannya sampai sekarang. Karena tidak adanya listrik sehingga kami terkendala di pelayanan masyarakat, misalnya di perekaman e-KTP”. Jelasnya
Lebih lanjut, Ondrekhata mengatakan pihaknya bersama masyarakat siap untuk melakukan pembebasan lahan yang akan dilalui jalur tiang listrik.
“Kita sudah sampaikan ke masyarakat tentang pembebasan lahan. Dan mereka siap membebaskan lahanya yang akan dilalui tiang-tiang listrik itu nantinya”. Imbuhnya
Ondrekhata Laia mengungkapkan, selain Kecamatan Mazö masih ada beberapa Kecamatan lainya yang ada di sekitar Kecamatan Mazö, yakni Kecamatan Umbunasi, Ulu Idanötae, Idanötae, Susua, Börönadu, dan lainya.
“Sebenarnya bukan hanya Kecamatan Mazö yang tidak teralirin listrik, tapi ada sekitar 80 Desa lainya dari bebebrapa Kecamatan yang belum tersentuh aliran listrik PLN”. Ungkapnya
Ironisnya, Peringatan Hari Listrik Nasional yang ke-72 masih banyak Desa dan Kecamatan di Nias Selatan yang belum disentuh oleh penerangan listrik PLN.
Warga berharap adanya perhatian khusus dari Pemerintah Pusat untuk penerangan listrik di Kabupaten Nias Selatan.
Penulis: Wilson Loi
