Gunungsitoli Dikepung Banjir, Kadis PUPR: “Itu Bukan Tanggung Jawab Pemerintah”

BERTAHAN: Salah satu warga korban banjir di Desa Mudik Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli memilih bertahan dalam rumahnya, Sabtu (4/11/2017). Foto : SuaraNusantara / Dohu Lase

Gunungsitoli – SuaraNusantara

Guyuran hujan yang nyaris tanpa henti sejak beberapa hari terakhir ini membuat sejumlah titik di Kota Gunungsitoli direndam banjir, Sabtu (4/11/2017). Pantauan SuaraNusantara, daerah-daerah terendam banjir antara lain, Desa Mudik (Jalan Ampera dan Jalan Supomo), serta Kampung Narako (Jalan Sudirman) dan Jalan Diponegoro di Kelurahan Ilir.

Kepala Desa Mudik, Karsani Aulia Polem, mengatakan, banjir yang melanda desanya berasal dari luapan Sungai Nou. Banjir mulai naik sekitar pukul 14.00 WIB, dengan ketinggian 75 sentimeter sampai satu meter.

“Ada sekitar 100 rumah yang terendam tadi, tapi ini sudah berangsur-angsur surut kok. Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material saja,” ujarnya via seluler, Sabtu (4/11/2017) pukul 17.09 WIB.

Ia berharap, Pemerintah Kota Gunungsitoli dapat mempercepat proses normalisasi sungai Nou. “Normalisasi sungai Nou memang sudah dilaksanakan, tapi belum menyeluruh,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Gunungsitoli, Ampelius Nazara, via selulernya mengatakan, banjir di Kota Gunungsitoli disebabkan oleh hujan yang terus menerus. Mengenai sistem drainase ataupun pengairan di Kota Gunungsitoli, menurutnya tidak ada yang salah.

“Karena lagi hujan ini yah. Kalau hujan biasanya ada air,” katanya.

Ia berjanji, pihaknya akan segera mengatasi persoalan banjir ini.

“Banjir ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Jadi, (penyebab) banjir ini ada faktor kelalaian masyarakat juga,” tutupnya.

Kontributor : Dohu Lase

Exit mobile version