
Nias Selatan-SuaraNusantara
Pengerjaan Jalan Lahusa Gomo sepanjang 6 Km senilai Rp 10 miliar yang dikerjakan oleh PT Netralindo Jaya Mandiri (NJM) sebagai rekanan, terlihat tidak maksimal kualitas pengerjaannya. Di beberapa titik jalan tersebut sudah mulai kropos diduga karena kualitas yang kurang baik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Nias Selatan Asa’atulö Giawa mengatakan pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap PPK.
“Ini sebuah pertanyaan, kok masih dalam pengerjaan sudah rusak, jangan-jangan kualitasnya tidak bagus. Nanti kita akan panggil PPK-nya melalui RDP (Rapat Dengar Pendapat),” ucap Asa’atulö Giawa kepada SuaraNusantara, Sabtu (2/12/2017) via selular.
Terkait perpanjangan waktu pengerjaan yang dilakukan Dinas PUPR, dalam hal ini PPK kepada rekanan, Giawa mengatakan pihaknya belum mendapatkan surat perpanjangan tersebut. Karena sebelumnya rekanan berjanji kepada Komisi C DPRD Nias Selatan saat sidak dilapangan beebrapa waktu lalu akan menyelesaikan pekerjaan jalan Lahusa Gomo tepat waktu yakni per 30 November 2017.
“Memang waktu itu PT Netralindo telah berjanji ke kita akan menyelesaikan pekerjaan itu tepat waktu. Soal perpanjangan limit waktu pekerjaan, kita (Komisi C) belum mendapatkan surat perpanjangan itu, nanti kita akan minta ke PPK lewat RDP,” ungkap Giawa.
Soal beberapa titik pekerjaan yang sudah mulai kropos/rusak, Arsen Halu selaku PPK pembangunan jalan Lahusa Gomo mengatakan akan menyampaikannya kepada rekanan untuk segera memperbaiki yang rusak tersebut.
“Nanti kan kita akan survei, jikalau ada yang rusak kita akan minta rekanan untuk memperbaikinya,” tutur Halu.
Dari 6 Km target yang dikerjakan baru 3 Km meter yang telah rampung masih tersisa 3 Km lagi yang harus dikerjakan selama 14 hari ke depan.
Warga sekitar berharap pembangunan hotmix Jalan Lahusa Gomo dapat terselesaikan tepat waktu sesuai limit waktu yang telah ditentukan, sehingga warga dapat menikmati pembangunan tersebut.
Penulis: Wilson Loi