Kota Tangerang – Ketua DPD Taruna Merah Putih (TMP) Banten, Marinus Gea menyebut pelukan yang dilakukan oleh Kedua Calon Presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai sebuah contoh sebuah demokrasi yang sejuk.
Meski ada perlombaan yang harus diikuti, silaturahmi tetap harus dijalin pasalnya, semuanya tetap tergabung dalam bangsa Indonesia.
“Buat saya, masyarakat harus bisa mencontoh, sebenarnya pelukan itu memberikan contoh bahwa indonesia harus damai damai saja, walaupun ada perlombaan yang harus diikuti,” imbuhnya.
“Tapi bukan berarti memutuskan tali silaturahmi, dan persaudaraan atas nama bangsa yang saling menjatuhkan karena keinginan kita untuk mencapai kemenangan,” ujarnya Politisi PDI Perjuangan itu, Kamis (30/8/2018).
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan mengungkapkan, keakraban yang ditunjukkan oleh keduanya seharusnya dapat dijadikan contoh.
Terutama oleh pendukungnya masing – masing untuk lebih memperkuat persatuan bangsa.
Menurutnya, demokrasi merupakan bagian dari Negara Indonesia yang seharusnya mempererat hubungan.
“Buat saya sebagai rakyat, ini merupakan contoh yang dipamerkan oleh para calon-calon pemimpin kita untuk mengokoh persatuan bagi bangsa,” ujarnya.
Mengenai adanya gerakan #2019GantiPresiden, Marinus menyebut hal tersebut merupakan sesuatu yang sah-sah saja. Hanya saja, jangan sampai diisi dengan provokasi.
“Sah-sah saja, ketika ada kelompok yang melakukan itu, selagi itu tidak melanggar aturan dan menjadi alat untuk ujaran kebencian atau memprovokasi tidak masalah,” ujarnya.
Namun, ia menyayangkan gerakan tersebut yang menjadi gerakan provokasi dan terlihat seperti makar.
Pasalnya, di Indonesia tidak ada aturan yang dapat mengganti Presiden yang sah kecuali dapat disebut makar.
“Bagaimana bisa ganti presiden itu kan pelanggaran hukum, yang ada itu, kita melaksanakan pemilihan umum kembali, memilih presiden dan wakil presiden pada periode berikutnya, tidak ada ganti presiden, kalau presiden tetap ganti, itu makar namanya. Ini kan provokatif, jika tidak sesuai dengan aturan main yang ada saya kira makar,” tukasnya. (yogi/nji)
