Zaki Harapkan Produk UKM dan IKM Kabupaten Tangerang Mendunia

Kabupaten Tangerang – Menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan Asian Games dengan venue cabang olahraga modern pentathlon menjadi suatu keuntungan tersendiri bagi Kabupaten Tangerang, salah satunya dari segi ekonomi.

Bupati Tangerang terpilih, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, Asian games menjadi salah satu cara memperkenalkan kearifan lokal Kabupaten Tangerang agar mendunia dengan UKM dan IKM yang ada.

Salah satunya batik khas Tangerang yang memiliki dominasi warga ungu dan motif kacang dan adanya topi bambu khas Tangerang yang dipadukan dengan batik.

“Satu hal keberuntungan untuk kita yang setidaknya dapat menjajakan apa yang menjadi ciri khas Tangerang,” ujarnya, Minggu (2/9/2018).

Zaki mengatakan, memperkenalkan produk lokal kepada dunia salah satunya memberikan cindera mata untuk para atlet dan official dari negara peserta Asian Games 2018 ini.

“Kami juga pasarkan dengan memberikan para official negara cedera mata khas daerah sini agar, minat mereka mau lagi kembali ke sini,” Tuturnya.

Ayu Safitri, pengrajin batik Tangerang asal Cikupa ini mengatakan, keuntungannya dalam ajang Asian Games. Dalam sehari, ada saja wisatawan Internasional yang mampir untuk membeli produk buatannya untuk dijadikan oleh-oleh.

“Kita ini buat dengan berbagai macam bentuk . Jadi, ada batik yang memang kain dan ada juga yang sudah menjadi berbagai macam benda seperti tas atau dompet. Minat dari para wisatawan internasional ini lebih pada barang-barang ini seperti tas atau dompet,” ungkapnya.

Dengan harga Rp. 60 ribu hingga Rp. 150 ribu, selama dua hari pelaksanaan Asian Games di Tangerang, Ayu dapat mengumpulkan Rp. 4 sampai Rp. 5 juta dari hasil penjualan.

“Untungnya belum kita ketahui yang pasti dua hari ini sudah hampir Rp. 5 jutaan. Ini beruntung sekali untuk kita, karena kalau biasanya, sehari satu juta pun sudah untung,” ujarnya.

Dalam proses pembuatan, ia telah menyiapkan 500 buah tas dan dompet sejak tiga bulan lalu yang memang disiapkannya untuk Asian Games.

“Sudah kita siapkan jauh jauh hari. Dan buatnya dibantu tiga rekan lainnya biar tidak kesusahan. Untuk satu buah tas atau dompet ini bisa satu sampai dua hari, tergantung dari si pembuatnya,” terang Ayu. (yogi/nji)

Exit mobile version