Kota Tangerang – Aksi demonstrasi yang di lakukan oleh mahasiswa tentang kesehatan di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Pada (31/1/2019) lalu berbuntut panjang.
Pasalnya demo yang menjadi peristiwa berdarah tersebut, terdapat perlakuan anarkis dari oknum petugas Satpol PP Kota Tangerang kepada mahasiswa dan wartawan.
Agus Setiawan, Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang, menyayangkan terjadinya tindakan anarkis oknum sehingga menyulut demonstrasi menjadi tidak tertib atau cheos.
“Terjadinya tindakan anarkis itu sangat disayangkan sekali, kok sampai berdarah-darah. Kan yang diperjuangkan mahasiswa untuk masyarakat dan itu hal yang positif,” ujar Agus, Jum’at (1/2/2019).
Agus mengatakan, adanya aksi anarkis itu seperti adanya penyusup. Namun, proses tindak lanjut kejadian ini harus berjalan dan penegak hukum segera menyelesaikan dengan tegas.
“Dari saya pribadi, kalau oknum Satpol PP yang melakukan kriminalisasi terhadap wartawan ada bukti maka bawa ke jalur hukum. Itu tindakan yang sangat salah sekali,” tegasnya.
Kata Agus, pihaknya bakal menggelar rapat internal dengan Suparmi Ketua DPRD Kota Tangerang. Yang mana nantinya akan dikoordinasikan dengan Satpol PP, dan pihak kepolisian harus mendalami kronologis kejadinya peristiwa tersebut.
“Tadi saya sudah ketemu dengan Ibu Ketua DPRD Kota Tangerang (Suparmi) saya minta waktunya. Insya Allah Senin (4/2/2019) kita ingin bahas mau cari tahu dulu gimana kronologis awalnya,” jelasnya.
Agus menambahkan, apapun yang diaspirasikan oleh mahasiswa itu harus didengar oleh pemerintah. Lantaran aspirasi yang dibawa oleh mahasiswa tersebut menurutnya untuk kebaikan kepada masyarakat Kota Tangerang.
Selain itu Agus juga berharap dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk bisa mengamani dengan baik.
“Seharusnya difasilitasi, jangan dibuat keributan yang menyebabkan wartawan juga menjadi korban. Jangan ditamparin, dipukulin, ditendangin dan aksi kriminalisasi lainnya yang menimbulkan korban. Supaya hal ini tidak terjadi lagi,” tulasnya. (aul/nji)
