Merajut Kembali Eksistensi Tamiya Lewat Kejuaraan

Kabupaten Tangerang – Tamiya merupakan salah satu permainan asal negeri sakura yang digandrungi oleh seluruh kalangan, terutama pada awal tahun 2000 an.

Untuk merajut eksistensi Tamiya, mainan mobil tanpa remote control dengan menggelar berbagai kejuaraan baik di daerah maupun di Graha Tamiya yang berlokasi di Tangerang.

Hal tersebut juga dilihat dari diadakannya perlombaan Tamiya Original Box Cross System 2019 yang diadakan Graha Tamiya Indonesia.

Perlombaan yang diadakan di Jalan Scientia Garden, Gading Serpong tersebut sebagai wadah para pemula pemain tamiya di Indonesia untuk mengadu kemapuan di track sepanjang 144 meter.

“Untuk TOB Cross System 2019 kita pake 24 keping dan satu kepingnya itu 1,20 meter. Jadi totalnya sekitar 144 meter,” papar Jaygong, Panita Scrut, Minggu (3/2/2019) kemarin.

Jaygong atau yang biasa disapa Mr. Jay juga menyebutkan, bahwa perlombaan ini tidak hanya diikuti peserta dari daerah Jabodetabek saja, melainkan peserta dari luar pulau jawa.

“Total peserta kita ada 120 orang, dari berbagai usia dan daerah. Mulai dari Sukabumi, Serang hingga Kalimantan,” ucap Jaygong.

Tidak main-main, hadiah yang diberikanpun cukup menarik bagi para peserta yang notabene pecinta tamiya sejati. Mulai dari uang jutaan rupiah hingga voucher ratusan ribu.

“Untuk juara satu, 1,3 juta, juara dua, 800 ribu, dan juara tiga 400 ribu. Ada juga BTO (Best Time Overall) yang pertama 150 ribu dan yang kedua 100 ribu. Semuanya kita kasih voucher 500 ribu untuk belanja di Graha Tamiya,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu tim asal Kota Tangerang turut menyabet juara tiga tingkat standart open race, yaitu noobita team.

“Ini event pertama saya untuk ikut lomba tamiya. Dan saya juga baru menggeluti hobi tamiya sekitar beberapa minggu lalu,” ungkap Ridho Fatullah, perwakilan noobita tim.

Pria kelahiran 14 Februari 1990 ini juga berharap agar hobinya ini bisa menghantarkan dirinya menjadi pemain tamiya yang profesional. Dan dapat menjadi hobi baru juga untuk pemuda ataupun pemudi di Tangerang Raya.

“Semoga ajang ini bisa mencari bibit-bibit muda untuk pemain tamiya. Karena lomba tamiya ini tidak hanya di Indonesia tetapi juga bisa sampai go Internasional seperti perlombaan yang ada di negara asalnya yaitu Jepang,” tandasnya. (don/nji)

Exit mobile version