Kabupaten Lebak – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat, pada bulan Januari-Februari 2019, sebanyak 51 orang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD), satu di antaranya meninggal dunia.
“Wilayah perkotaan Rangkasbitung paling tinggi, ada 10 pasien. Sisanya tersebar di beberapa kecamatan seperti Muncang, Kalanganyar, Cibadak, Sajira, Cipanas, Cikulur, Maja, dan Malingping,” terang Kabid P2PL Dinkes Lebak, dr Firman Rahmatullah, Senin (11/2/2019).
Firman mengingatkan, masyarakat yang mengalami panas tinggi lebih dari tiga hari segera ke dokter dan melakukan cek lab.
“Kalau dulu muncul bintik merah pada kulit sekarang memang harus dilakukan rumple leed test dan dilakukan cek IgM dan IgG,” ujarnya.
Firman menjelaskan, fogging sangat tak dianjurkan dalam pencegahan terkecuali jika ditemukan penyebaran kasus dalam satu wilayah.
“Pencegahan dilakukan dengan menerapkan 3M Plus, menggunakan lotion anti nyamuk dan menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk,” jelas Firman.
“Nyamuk Aedes Aegypti biasanya aktif pada waktu pagi dan sore hari, jadi harus diwaspadai salah satunya gunakan lotion anti nyamuk,” tambahnya.
Sesuai dengan instruksi Bupati, kegiatan Jumat bersih juga terus digiatkan agar menjaga lingkungan tetap bersih dan terbebas dari sarang nyamuk.
“Termasuk edaran dari Bapak Kepala Dinkes kepada Puskesmas di seluruh wilayah tentang kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD serta mengaktifkan kader-kader Posyandu dan masing-masing kepala keluarga menjadi pemantau jentik nyamuk di lingkungan rumahnya,” jelas Firman. (And/nji)
