Darurat Narkoba, Jokowi Peringatkan Gubernur-Kapolda Peredaran Narkoba PNG-Papua

Presiden Jokowi bersama Perdana Menteri Papua Nugini James Marape (Instagram/@jokowi)

SuaraNusantara.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) perintahkan Gubernur hingga Kapolda Terkaiy atasi peredaran Narkoba yang masuk perbatasan Indonesia Papua Nugini (PNG).

Hal tersebut merespon tentang Papua darurat narkoba yang masuk dari PNG.

“Ya nanti saya peringatkan kepada gubernur, bupati/wali kota, dan kepada kapolda mengenai itu,” kata Jokowi di Jayapura, Papua, Jumat, 7 Juli 2023.

Maraknya peredaran narkoba di Papua yang masuk melalui PNG bermula dari aksi personel Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) Yonif 132/BS menggagalkan penyelundupan narkoba jenis ganja kering seberat 5,4 kilogram, dari tiga orang yang berhasil diamankan salah satunya merupakan wargan negara Papua Nugini.

Tiga orang yang diamankan berinisial GABL (27) yang merupakan warga Ambon, AI (23) warga negara Papua Nugini, dan OM (23) warga asli Papua selaku pembuka jalan. Ketiga pelaku ditangkap beserta barang bukti ganja kering 5,4 kilogram siap jual.

“Dari hasil pemeriksaan diperoleh narkotika jenis ganja kering seberat 5,4 kg yang telah dikemas menjadi 178 bungkus siap untuk diperjualbelikan,” ujar Dankipur D Satgas Kapten Inf Sutan Syahril dalam keterangannya, Kamis (27/4).

Sutan menjelaskan penangkapan bermula saat pelaksanaan sweeping memberhentikan sebuah mobil berwarna silver biru yang sedang melintas di Jalan Trans Jayapura-Wamena dari arah Waris. Ketiga pelaku hendak membawa ganja ke daerah Arso, yang akan diserahkan ke oknum berinisial RN.

“Ganja kering tersebut sedianya akan dibawa ke daerah Arso dan diserahkan kepada oknum berinisial RN, yang ternyata merupakan seorang narapidana di salah satu lapas di Papua dan akan dijual dengan harga Rp 1.000.000 per bungkusnya,” jelasnya. (Alief)

Exit mobile version