PDIP Akan Laporkan Politisi Gerindra ke Bawaslu Atas Tuduhan Bermain SARA di Pilkada Jakarta

PDIP Tidak Akan Gelar Kampanye Akbar untuk Pilgub Jateng 2024, Fokus Bergerilya di Setiap Dapil

PDIP Tidak Akan Gelar Kampanye Akbar untuk Pilgub Jateng 2024, Fokus Bergerilya di Setiap Dapil (Foto:Youtube)

Suaranusantara.com – Ketua Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional DPP PDIP, Ronny Talapessy mengatakan bahwa partainya berencana melaporkan politikus Partai Gerindra Maruarar Sirait (Ara) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Hal itu dikarenakan pernyataan Ara yang dinilai bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam mendukung kandidat di Pilkada Jakarta 2024.

Dia mengatakan, pernyataan Ara itu berpotensi membenturkan warga Jakarta.

“Kami akan segera melaporkan kepada Bawaslu karena statement (pernyataan, red) Saudara Ara ini,” ujar Ronny, Minggu (23/11/2024).

Sebab, menurut Ronny pernyataan Ara sangat berbahaya, bahkan berpotensi memecah belahkan warga Jakarta.

“Sangat berbahaya (pernyataan Ara, red), dapat memecah belah warga Jakarta. Tentunya kami akan segera mengambil langkah hukum,” ucap Ronny.

Pernyataan Ara yang memicu polemik itu terlontar dalam diskusi bedah hasil survei elektabilitas kandidat Pilkada Jakarta 2024 yang diselenggarakan Indikator Politik Indonesia, Sabtu (22/11/2024).

Dalam diskusi itu, Ara yang menjadi salah satu pembicara menyebut tren dukungan untuk Pramono Anung-Rano Karno akan turun.

Ara mengatakan langkah Anies Baswedan mendukung Pramono-Rano menjadi faktor penggerus tingkat dukungan bagi pasangan calon yang diusung PDIP tersebut.

“Sekarang Pramono didukung Anies Baswedan. Jadi, saya yakin (dukungan bagi Pramono-Rano, red) akan turun,” kata Ara.

Exit mobile version