Pamekasan – SuaraNusantara
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pemekasan, Jawa Timur menyelenggarakan Lokakarya Bahasa Madura di Hotel Odaita, Pamekasan, Rabu (19/4/2017).
Lokakarya yang berlangsung sejak Senin, 17 April itu sebagai salah satu upaya pemerintah daerah melestarikan bahasa lokal bagi warga di daerah tersebut.
“Lokakarya ini diadakan untuk melestarikan bahasa Madura yang selama ini mulai terkikis dengan perkembangan zaman,” jelas Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Achmad Syafiuddin menjawab pertanyaan awak media.
Kata dia, warga Madura saat ini sudah mulai malu berbahasa Madura dalam keseharian. Trend budaya asing yang melanda kalangan pemuda Madura menjadi salah satu sebab mengapa bahasa lokal ini mulai dianaktirikan.
“Sepertinya orang Madura sendiri seolah-olah kurang merasa bangga dengan budaya bahasanya sendiri, jadi cenderung memakai bahasa yang lain,” ujarnya.
Diebutkan Achmad, selama acara berlangsung, pemateri menitikberatkan pembahasannya pada pengembangan peribahasa berikut dialek bahasa Madura.
“Pesarta yang ikut kurang lebih 100 peserta, terdiri dari guru SD, SMP, SMA dan mahasiswa dari fakultas sastra,” tukas dia.
Penulis: Hasbullah
