Gelar Economic Outlook 2025, AXA Mandiri Dukung Pemerintah dalam Program 3 Juta Rumah

AXA Mandiri menggelar acara “Economic Outlook 2025 dan Buka Puasa Bersama" di Kuningan City Mal, Jakarta Selatan pada Jumat 7 Maret 2025 (Suaranusantara.com/GN)

AXA Mandiri menggelar acara “Economic Outlook 2025 dan Buka Puasa Bersama" di Kuningan City Mal, Jakarta Selatan pada Jumat 7 Maret 2025 (Suaranusantara.com/GN)

Suaranusantara.com- AXA Mandiri menggelar acara “Economic Outlook 2025 dan Buka Puasa Bersama” dimana peluang optimalisasi bisnis perseroan melalui program pemerintah dapat dilaksanakan dengan menggandeng para agen Laku Pandai, Jumat kemarin, 7 Maret 2025.

Dalam keterangannya, Presiden Direktur PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) Handojo Gunawan Kusuma mengatakan,”Sebagai anak usaha BUMN Bank Mandiri menangkap adanya peluang dalam meningkatkan kinerja perseroan melalui partisipasi dalam program pemerintah”.

“Jadi program pemerintah terkait (pembangunan) 3 juta rumah misalnya, kalau (Bank) Mandiri ikut di sana, kami juga punya peluang di sana, termasuk yang makan siang gratis itu juga karena kan (Bank) Mandiri juga berpartisipasi dalam ekosistemnya,” ucap Handojo.

Diketahui, program pemerintah terkait (pembangunan) 3 juta rumah jika Bank Mandiri ikut serta dilibatkan di sana, AXA pun memiliki peluang di sana, termasuk makan siang gratis.

“Jadi program pemerintah terkait (pembangunan) 3 juta rumah misalnya, kalau (Bank) Mandiri ikut di sana, kami juga punya peluang di sana, termasuk yang makan siang gratis itu juga karena kan (Bank) Mandiri juga berpartisipasi dalam ekosistemnya,” katanya.

Dalam kegiatan “Economic Outlook 2025 dan Buka Puasa Bersama”, ia membeberkan peluang optimalisasi bisnis perseroan melalui program pemerintah juga dapat dilakukan dengan menggandeng para agen Laku Pandai.

Sekedar informasi, program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif atau yang disingkat Laku Pandai menjadi program Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berkenaan dengan penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya via kerja sama dengan agen bank, dan didukung dengan penggunaan teknologi informasi.

Handojo menyampaikan bahwa kolaborasi dengan para agen program Laku Pandai juga menjadi upaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi asuransi di masyarakat.

Tersebarnya agen Laku Pandai di daerah pelosok di Indonesia. Disamping itu, para agen Laku Pandai biasanya juga membentuk suatu komunitas sosial bersama para nasabah.

Mereka untuk memudahkan implementasi layanan keuangan tanpa kantor cabang bank (branchless banking).

“Kami bina agen Laku Pandai ini untuk bisa mengedukasi komunitasnya, sebelum tentunya memberikan solusi dari produk-produk asuransi, mulai dari asuransi mikro sampai asuransi untuk retail, agar mereka (para agen) punya andil juga untuk meningkatkan inklusivitas (asuransi),” ujarnya.

Exit mobile version