Suaranusantara.com- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) diproyeksikan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan, meskipun sempat mengalami tekanan pada perdagangan terakhir.
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam analisisnya untuk Jumat, 10 April 2026, memperkirakan saham BUMI berpotensi bergerak menuju kisaran Rp 248 hingga Rp 252 sebagai target jangka pendek.
Ia menjelaskan bahwa secara teknikal terdapat area beli yang dinilai cukup menarik bagi investor, yakni di rentang Rp 236 hingga Rp 242. Level ini dianggap sebagai titik masuk strategis untuk memanfaatkan peluang kenaikan harga.
“BUMI buy on weakness dengan area beli di 236-242, cutloss di bawah 236. Target dekat di 248-252,” tulis BNI Sekuritas pada perdagangan, Jumat (10/4/2026).
Secara tidak langsung, rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa investor disarankan untuk masuk saat harga melemah, dengan tetap memperhatikan batas risiko jika harga turun di bawah level tertentu.
Namun, pergerakan terbaru menunjukkan saham BUMI masih berada dalam tekanan. Pada perdagangan Kamis, 9 April 2026, saham ini ditutup melemah 3,17 persen di level Rp 244.
Meski demikian, tren jangka pendek masih menunjukkan penguatan. Dalam sepekan terakhir, saham ini naik sekitar 7 persen, dan dalam satu bulan mencatat kenaikan sebesar 10,9 persen. Sementara itu, secara year to date, kinerjanya masih terkoreksi cukup dalam, yakni turun 33,3 persen.
Selain itu, tekanan juga datang dari aksi jual investor asing. Berdasarkan data Stockbit, terjadi net sell asing sebesar Rp 125 miliar pada perdagangan Kamis.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan saham BUMI ke depan diperkirakan akan tetap dipengaruhi oleh sentimen teknikal serta arus dana investor, khususnya dari pihak asing.
