Suaranusantara.com – Kabareskrim Polri Komjen Polisi Wahyu Widada mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki perkara teror, berupa pengiriman kepala babi dan bangkai tikus, ke kantor media Tempo yang terjadi pekan lalu.
Dia memastikan bahwa tim penyidik akan menangani kasus tersebut secara profesional dan transparan.
Maka dari itu, Wahyu meminta masyarakat untuk bersabar dan berdoa agar perkara teror terhadap media Tempo bisa terungkap dan pelakunya bisa segera ditangkap.
“Semua laporan dari masyarakat tentu kita singkapi dan untuk melakukan penyidikan dengan baik, mohon doanya temen-temen semuanya,” tutur Wahyu di Bareskrim Polri Jakarta, Senin (24/3/2025).
“Saat ini kita sedang dalam proses lidik ya. Prosesnya nanti ditunggu saja,” tambahnya.
Sebelumnya, Rabu, (19/3/2025) pukul 16.15 WIB, Host Siniar atau Podcast Bocor Alus Politik Tempo, Francisca Christy Rosana mendapat pengiriman paket berupa paket kepala babi dibungkus kotak kardus yang dilapisi styrofoam.
Namun, paket tersebut baru dibuka jurnalis pada Kamis, (20/3/2025) sekitar pukul 15.00.
Tak ada pengirim pada kardus paket, namun paket itu ditujukan kepada Francisca yang akrab disapa Cica.
Lalu, selang tiga hari kemudian, Kantor Redaksi Tempo kembali menerima teror dari orang tidak pada Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 08.00 WIB. Pengiriman itu berupa paket enam tikus tanpa kepala.
Pemimpin Redaksi Media Tempo, Setri Yasra mengemukakan bahwa teror yang dilakukan kali ini berupa enam ekor tikus mati dengan kepala terpisah dari badannya.
