Suaranusantara.com- Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo meyakini Adies Kadir mampu menjaga integritas sebagai Hakim MK yang baru.
Adies Kadir diketahui sebelumnya merupakan anggota DPR RI dari fraksi Partai Golkar. Adies resmi menjabat Hakim MK usai mengambil sumpah jabatan pada Kamis sore 5 Februari 2026 di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Adies mengambil sumpah jabatan sebagai hakim MK yang disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Adies sebelum resmi dilantik, dirinya terpilih sebagai hakim MK berdasarkan keputusan dalam rapat paripurna DPR RI.
Suhartoyo meyakini Adies bisa jaga integritas terlebih sudah keluar dari partai Golkar dan terafiliasi.
“Tapi, seharusnya, dengan Beliau pernah menyatakan mundur dari partisan itu, seharusnya sudah bagaimana memposisikan diri sebagai hakim MK dan hakim pada umumnya, kan,” kata Suhartoyo, di Istana, Jakarta, Kamis 5 Februari 2026
Suhartoyo juga mengingatkan Adies agar bersikap independen, mandiri, serta tak lagi terafiliasi ke berbagai pihak.
“Harus independen, mandiri, tidak lagi berafiliasi ke mana-mana, ke konstitusi, hukum, dan keadilan,” tutur dia. Sementara terkait kemungkinan konflik kepentingan dalam perkara yang akan ditangani Adies ke depan, menurut Suhartoyo, hal ini akan diputuskan lebih lanjut dalam Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH).
Selain itu, Suhartoyo mengatakan bahwa MKMK tentj juga akan mengingatkan soal itu.
“Mungkin juga dari MKMK (Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi) juga akan mengingatkan juga sejauh mana relevansinya keberatan itu,” lanjut dia.
Di sisi lain, ia menegaskan, hakim MK secara umum selalu menjaga integritas
Menurut dia, tentu sesama hakim akan saling mengingatkan satu sama lain.
“Saya kira tidak hanya yang baru, yang lama saja selalu konsisten seperti itu, apalagi yang baru. Tapi, mungkin sesama kolega nanti juga akan saling mengingatkan,” kata Suhartoyo.
