Emmanuel Macron, Presiden Perancis Termuda Sepanjang Sejarah

Emmanuel Macron bersama Brigitte Trogneux yang berusia 25 tahun lebih tua. (Foto: AFP PHOTO / Eric FEFERBERG)

Paris-SuaraNusantara

Emmanuel Macron akhirnya memenangkan pemilihan Presiden Prancis yang digelar Minggu (7/5/2017) waktu setempat. Macron yang lahir pada 21 Desember 1977 ini menjadi Presiden Prancis termuda sepanjang sejarah.

Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan Macron meraup 66,06 persen suara jauh mengungguli rivalnya, Marine Le Pen, yang hanya meraup 34 persen suara. Hasil itu didasarkan pada penghitungan 99,99 persen suara terdaftar dalam pemungutan suara yang digelar secara nasional itu.

Belakangan ini, sosok Macron menjadi sorotan dunia, selain karena usianya yang masih terbilang muda untuk ukuran calon presiden dan berwajah tampan, juga dikarenakan kisah cintanya yang unik.

Pada usia 16 tahun, Macron jatuh cinta pada gurunya sendiri, Brigitte Trogneux, yang saat itu sudah berusia 41 tahun. Kisah cinta mereka terhalang karena orang tua Macron tak setuju anaknya membina asmara dengan tante-tante. Apalagi Brigitte saat itu sudah menikah dan punya 3 anak.

Brigitte kemudian diminta untuk menjauhi Macron yang setelah lulus SMA lantas sengaja disuruh kuliah ke Paris supaya terhindar dari pengaruh Brigitte. Namun rupanya jarak tak jadi kendala. Keduanya diam-diam membina hubungan asamara jarak jauh.

13 tahun kemudian, Brigitte memutuskan untuk bercerai dari suaminya supaya dapat dinikahi oleh Macron. Maka pada 2007, saat Macron berusia 29 tahun dan Brigitte berumur 54 tahun, keduanya menikah. Kini Macron berumur 39 tahun dan Brigitte 64 tahun.

Menghadapi cibiran sebagian masyarakat yang memandang aneh saat dia menggandeng mesra nenek-nenek, Macron pun membela diri. Dia menyebut jika jenis kelamin mereka dibalik (seandainya Macron yang lebih tua), masyarakat akan menganggap itu hal yang wajar.

“Tidak akan ada yang menganggap perbedaan usia sebagai masalah jika laki-laki yan lebih tua,” ujar Macron. “Orang-orang sulit menerima sesuatu yang tulus dan unik,” katanya.

Penulis: Yono

Exit mobile version