Suaranusantara.com- Amerika Serikat (AS) kini tengah dirundung duka lantaran kehilangan salah satu orang terbaiknya yakni Charlie Kirk. Charlie Kirk merupakan aktivis sayap kanan AS yang juga influencer pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dia tewas saat tengah melakukan sesi tanya jawab bersama mahasiswa di Universitas Utah Valley, Orem, Rabu 10 September 2025.
Sesorang menembak Kirk dari jarak 200 yard atau kurang lebih 180 meter dari tempat Kirk berada. Pelaku diperkirakan melepas tembakan dari gedung Losee Center.
Aksi pelaku dijalankan sekitar dua puluh menit saar acara dimulai. Tembakan pelaku itu menembus leher kanan Kirk. Alhasil, Kirk ambruk seketika bersimbah darah.
Peristiwa penembakan itu membuat Presiden AS Donald Trump murka. Gedung Putih kini tengah mengibarkan bendera setengah tiang tanda duka atas meninggal dunia Kirk.
Biro Investigasi Federal (FBI) merilis foto pria yang diduga sebagai penembak mati influencer pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Charlie Kirk.
Dari foto-foto yang dirilis FBI melalui akun media sosial X, pelaku terlihat mengenakan pakaian kasual warna hitam dan kacamata hitam.
Ada dua foto yang dirilis FBI. Salah satu foto menunjukkan pria itu tampak sedang menaiki tangga. Foto lainnya terlihat pria sedang berjalan dengan sudut kamera yang lebih dekat.
“Kami memohon bantuan publik untuk mengidentifikasi orang yang dicurigai ini sehubungan dengan penembakan fatal tersebut,” demikian cuitan FBI di X.
FBI sebelumnya telah menemukan senjata yang diduga digunakan pelaku untuk menembak Kirk. Foto-foto pelaku juga telah dikantongi FBI.
“Kami telah menemukan apa yang kami yakini sebagai senjata yang digunakan dalam penembakan kemarin. Itu adalah senapan bolt-action berkekuatan tinggi,” kata agen FBI Robert Bohls dalam jumpa pers, seperti dilansir AFP.
