Suaranusantara.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja singkat ke Kanada sebagai bagian dari rangkaian perjalanan dinas luar negeri sejak 19 September 2025.
Dalam lawatan tersebut, Prabowo diterima langsung oleh Gubernur Jenderal Kanada Mary Simon dan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan meski berlangsung singkat dan tanpa menginap, pertemuan Prabowo dengan Mark Carney tersebut membuahkan hasil strategis bagi hubungan bilateral kedua negara.
Pertemuan tersebut menghasilkan pencapaian penting berupa penandatanganan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Teddy menuturkan, melalui kesepakatan tersebut Kanada berkomitmen menghapus sebanyak 90,5 persen tarif impor terhadap produk asal Indonesia. Sementara, Indonesia memberikan liberalisasi sebesar 85,8 persen pos tarif.
Implementasi ICA-CEPA diproyeksikan akan mendorong ekspor Indonesia ke Kanada hingga mencapai USD 11,8 miliar pada 2030, dengan tambahan pertumbuhan PDB nasional sebesar 0,12 persen serta peningkatan investasi sebesar 0,38 persen.
“Intinya adalah 90,5 persen tarif barang-barang, produk-produk Indonesia akan dihapus oleh Kanada. Dan itu tentunya mendampak positif, sangat positif bagi perdagangan impor Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangannya yang disiarkan melalui media sosial resmi Sekretariat Kabinet, Sabtu (27/9).
