Pertahanan di Bobol, Ternyata ini Cara Hamas Serangan Hamas

Perang Palestian dan Israel (Foto/REUTERS/Ashraf Amra)

Perang Palestian dan Israel (Foto/REUTERS/Ashraf Amra)

Suaranusantara.com – Operasi Badai Al Aqsa yang dimulai oleh kelompok Hamas Palestina pada Sabtu (7/10/2023) pagi telah berhasil mengejutkan Israel dengan ribuan roket yang diluncurkan, membangunkan jutaan warga Israel yang terlelap.

Meskipun Israel memiliki sistem pertahanan roket canggih bernama Iron Dome, serangan Palestina ini dikatakan berhasil menembus pertahanan mereka.

Salah satu kunci keberhasilan Hamas adalah persiapan intensif selama dua tahun sebelum serangan. Selama waktu itu, mereka menyusun rencana serangan dengan cermat sambil berupaya mempertahankan kesan bahwa mereka tidak ingin berperang.

Baca Juga : Gibran Sebut Berkali-kali Diminta Prabowo Jadi Cawapres, Belum Cukup Umur

Mereka memberikan kesan kepada Israel bahwa mereka belum siap untuk konfrontasi, yang merupakan taktik intelijen yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Meskipun Israel sebelumnya memberikan insentif ekonomi kepada pekerja di Gaza dengan keyakinan bahwa mereka dapat membendung serangan Hamas, serangan akhir pekan lalu menunjukkan kegagalan intelijen Israel. Kekurangan pasukan keamanan Israel juga menciptakan celah yang dimanfaatkan oleh Hamas.

Selain itu, Hamas mempersiapkan diri dengan membangun permukiman tiruan Israel di Gaza, memungkinkan mereka untuk melatih pendaratan militer dan mengeksekusi penyerbuan.

Mereka juga membuat video dari latihan ini, meskipun banyak anggota Hamas yang tidak mengetahui rencana tersebut.

Baca Juga : Itel P55 5G: Ponsel Terjangkau dengan Koneksi 5G dan Fitur Kekinian

Selama hari penyerbuan, operasi dibagi menjadi empat tahap, dengan penggunaan roket dari Gaza, serangan pasukan yang menerbangkan paralayang melintasi perbatasan, pengamankan medan oleh pasukan Hamas, dan serangan markas tentara Israel di Gaza selatan.

Pasukan Hamas berhasil menyerang berbagai lokasi di Israel, termasuk daerah terjauh seperti Ofakim. Mereka menembus beberapa kota Israel, termasuk Ashkelon dan Sderot, mengganggu kehidupan warga sipil dan memaksa mereka berlindung.(red)

Exit mobile version