Lebih 1.300 Jiwa Warga Israel dan Palestina Meninggal Dunia Atas Perang Hamas ke Israel

Korban perang Israle dan Palestina (REUTERS - Amir Cohenrn)

Korban perang Israle dan Palestina (REUTERS - Amir Cohenrn)

Suaranusantara.com – Terjadi lebih dari 800 kematian di antara warga Israel dan lebih dari 500 kematian di antara warga Palestina dalam konflik sengit yang dipicu oleh serangan yang dilakukan oleh kelompok militan Hamas.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, telah mengumumkan niat untuk mengenakan blokade penuh terhadap Jalur Gaza, yang akan melibatkan pemadaman listrik, pembatasan pasokan makanan, dan penghentian bahan bakar sebagai bagian dari “pengepungan total” terhadap wilayah yang dikelola oleh Hamas.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 510 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 2.751 lainnya mengalami luka akibat serangan udara Israel. Di sisi Israel, jumlah korban tewas telah mencapai 800 orang, dan lebih dari 2.200 orang lainnya juga menderita luka.

Baca Juga : Perang Hamas-Israel Kembali Berkecamuk, Arab Saudi Buka Suara

Militer Israel mengklaim telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 1.000 target di Gaza, termasuk serangan udara yang menghancurkan sebagian besar kota Beit Hanoon, yang dikenal sebagai Erez bagi Israel. PBB mencatat bahwa lebih dari 123.000 warga Palestina di Gaza telah mengungsi.

Wilayah Shujayea menjadi salah satu sasaran utama serangan udara besar-besaran, dengan beberapa masjid yang hancur akibat serangan tersebut. Banyak rumah juga mengalami kerusakan parah dan tidak dapat dihuni lagi.

Kepala Juru Bicara Militer Israel, Daniel Hagari, mengumumkan bahwa Israel telah mengambil “kendali” atas beberapa wilayah setelah serangan besar-besaran oleh pejuang Hamas.

Baca Juga : Belum Ada Warga Indonesia yang Jadi Korban Serangan Israel di Gaza

Meskipun ada beberapa insiden pada Senin pagi, saat ini tidak ada pertempuran yang sedang berlangsung di komunitas tersebut. Hagari juga menyatakan bahwa “mungkin masih ada teroris di wilayah tersebut.”

Sebelumnya, Letnan Kolonel Richard Hecht, juru bicara lainnya, mengakui bahwa memerlukan waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk mengembalikan situasi ke posisi defensif dan aman.

Pejabat Israel juga melaporkan bahwa 70 pejuang tambahan dari Hamas telah menyusup ke wilayah Be’eri kibbut, tetapi hingga saat ini mereka belum berhasil merebut wilayah tersebut sejak malam sebelumnya.(kml)

Exit mobile version