Suaranusantara.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menunjukkan perhatian terhadap krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, yang tengah menghadapi serangan berkelanjutan oleh Israel.
Namun, Biden tetap memberikan dukungan terhadap Israel, yang baru-baru ini menjadi target serangan mendadak dari Hamas.
Pemerintahan Biden telah menerima kritik karena tidak mengambil sikap yang lebih tegas dalam menekan Israel, sekutu dekat AS, untuk menahan diri.
Selama seminggu terakhir, Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan Hamas.
Baca Juga : Pemerintah Bagikan 500 Ribu Rice Cooker Gratis Bulan Depan
Selain itu, pemerintahan Biden juga mendapat kritik karena tidak mengeluarkan komentar terkait seruan Israel kepada warga sipil agar meninggalkan Jalur Gaza bagian utara dan pindah ke wilayah selatan, menjelang kemungkinan serangan darat oleh pasukan Tel Aviv.
Seruan ini dianggap sebagai tindakan ‘pengusiran paksa’ oleh Arab Saudi dan telah menimbulkan kecaman dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta organisasi internasional lainnya.
Dalam sebuah pernyataan kepada wartawan pada Jumat, Biden menegaskan bahwa menangani krisis kemanusiaan di Jalur Gaza adalah prioritasnya. Dia menyatakan, “Kita tidak boleh melupakan bahwa mayoritas warga Palestina tidak terlibat dalam tindakan Hamas dan menderita akibat serangan yang mengerikan.
Baca Juga : Respon Isu Gibran Cawapres Prabowo, Ini Kata JK
Oleh karena itu, penanganan krisis kemanusiaan di Gaza menjadi prioritas bagi saya.”
Biden juga mengungkapkan bahwa timnya telah bekerja di wilayah tersebut, menjalin komunikasi langsung dengan pemerintah Israel, Mesir, Yordania, dan negara-negara Arab lainnya, serta bekerja sama dengan PBB untuk meningkatkan dukungan kemanusiaan.(Dn)
