Netanyahu Tolak Gencatan Senjata: Tidak Akan Terjadi!

Perang Palestian dan Israel (Foto/REUTERS/Ashraf Amra)

Perang Palestian dan Israel (Foto/REUTERS/Ashraf Amra)

SuaraNusantara.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menyatakan bahwa gencatan senjata dalam konflik Israel melawan Hamas “tidak akan terjadi.” Hal ini merupakan respons terhadap serangan tanggal 7 Oktober yang menjadi serangan paling mematikan dalam sejarah Israel.

Operasi militer yang semakin intensif telah menimbulkan ketakutan di kalangan penduduk Gaza yang berjumlah 2,4 juta orang. Kementerian kesehatan yang dikuasai Hamas melaporkan lebih dari 8.300 orang tewas dalam konflik tersebut.

Netanyahu menyatakan bahwa gencatan senjata akan diartikan sebagai penyerahan kepada Hamas, yang menurut angka terbaru dari Israel, telah menewaskan 1.400 orang dan menyandera lebih dari 230 orang.

Baca Juga: Disinggung Duduk Bersebrangan dengan Jokowi, Anies Baswedan: Alamiah Saja

Amerika Serikat, sekutu Israel, juga tidak mendukung gencatan senjata. Mereka lebih memilih “jeda” untuk memasukkan bantuan ke Gaza sebagai solusi krisis kemanusiaan yang semakin meluas.

Kekhawatiran atas situasi kemanusiaan yang semakin buruk di Gaza semakin meningkat, dan kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina UNRWA, Philippe Lazzarini, mendesak Dewan Keamanan untuk segera menuntut gencatan senjata kemanusiaan dan aliran bantuan yang lebih besar sesuai dengan kebutuhan yang sangat mendesak. (Alief)

Exit mobile version