Jamu Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda

Duta Besar Mohamad Oemar, Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, membuka presentasi proposal Indonesia pada 21 November 2023. (dok. Kemlu)

Duta Besar Mohamad Oemar, Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, membuka presentasi proposal Indonesia pada 21 November 2023. (dok. Kemlu)

SuaraNusantara.com-Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah secara resmi menetapkan Budaya Sehat Jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia dalam sidang ke-18 Komite WBTB UNESCO di Kasane, Botswana, pada Rabu, 6 Desember 2023.

Menurut informasi dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Budaya Sehat Jamu, yang juga dikenal sebagai Jamu Wellness Culture, menjadi Warisan Budaya Takbenda ke-13 dari Indonesia yang diinskripsi dalam Representative List of the Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO.

Dalam pertemuan di Botswana tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyambut gembira pengakuan ini. Ia mengucapkan terima kasih kepada UNESCO dan menyatakan, “Penetapan ini akan memperkuat upaya Indonesia untuk melindungi dan mengembangkan jamu sebagai warisan budaya, serta berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan global.”

Baca Juga: Sejarah dan Alasan Pengakuan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Resmi Sidang Umum UNESCO

Selain Budaya Sehat Jamu, UNESCO juga menobatkan beberapa minuman dari negara lain sebagai Warisan Budaya Takbenda. Tiga di antaranya adalah:

1. Turkish Coffee
Diakui oleh UNESCO pada tahun 2013. Turkish coffee bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari upacara tradisional di Turki. Dibuat dengan cara khusus, menggiling biji kopi sangat halus, dan dimasak dengan gula di dalam teko tembaga khusus yang disebut cezve.

2. Chinese Tea
Diakui oleh UNESCO pada tahun 2016. radisi teh Cina bukan hanya tentang minuman, tetapi juga seni dan cara hidup. Ritual minum teh yang cermat dan pengolahan daun teh dengan keterampilan khusus mencerminkan sejarah dan nilai-nilai filosofis dalam budaya China.

Baca Juga: 6 Penemuan Kuno yang Menggemparkan Dunia, Salah Satunya di Padang

3. Belgian Beers
Diakui oleh UNESCO pada tahun 2016. Belgia dikenal sebagai surganya penghasil bir dengan berbagai jenis seperti lambic, witbier, dan trappist yang memiliki keunikan masing-masing. Pembuatan bir di Belgia bukan hanya sekadar proses, tetapi juga seni dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pengakuan UNESCO terhadap minuman-minuman ini menekankan pentingnya tradisi dan keberlanjutan budaya dalam konteks kuliner global. Seiring dengan minuman, UNESCO juga mengakui beberapa makanan lainnya sebagai Warisan Budaya Takbenda, seperti baguette dari Prancis dan kimchi dari Korea, menciptakan jembatan antara masa lalu dan masa kini melalui meja makan yang beragam.

Exit mobile version